Bayangkan berada di tengah perjalanan mudik, jam menunjukkan pukul 23.00 malam, dan tiba-tiba mobil Anda mengalami pecah ban. Di sekitar tidak ada bengkel yang masih buka, dan Anda masih harus menempuh perjalanan ratusan kilometer. Inilah yang dialami Sunaryo, pemudik asal Blitar, ketika melintas di Jalan Veteran, Kelurahan Ganung Kidul, Nganjuk, pada Rabu (25/3/2026). Namun, apa yang bisa menjadi mimpi buruk bagi sebagian orang, berubah menjadi cerita manis karena keberadaan layanan bengkel darurat gratis dari Polres Nganjuk yang disiagakan di Pos Pelayanan Pujahito.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyampaikan bahwa inisiatif bengkel darurat gratis lahir dari pemahaman bahwa kendala teknis kendaraan adalah salah satu penyebab utama stres bagi pemudik. Ia menjelaskan bahwa tidak semua pemudik memiliki kemampuan atau perlengkapan untuk mengganti ban sendiri, apalagi di tengah malam. Oleh karena itu, Polres Nganjuk memutuskan untuk menghadirkan solusi yang mudah diakses, yaitu dengan menyediakan peralatan lengkap dan personel yang terlatih di pos-pos strategis. Langkah ini, menurutnya, adalah wujud konkret dari pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Saat laporan dari Sunaryo masuk melalui 110, petugas tidak membuang waktu. Mereka segera meluncur ke lokasi dengan peralatan yang telah dikemas rapi, siap digunakan kapan saja. Di tempat kejadian, mereka menemukan Sunaryo yang masih duduk di dalam mobil dengan wajah cemas. Tanpa banyak basa-basi, mereka langsung bekerja. Ban yang pecah dilepas, ban serep dipasang, dan dalam waktu yang terbilang cepat, mobil Toyota Rush itu sudah kembali dalam kondisi siap tempur. Sunaryo yang menyaksikan semua itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, tak percaya bahwa bantuan datang secepat itu.
Sunaryo mengaku bahwa tanpa bantuan ini, ia dan keluarganya mungkin harus bermalam di dalam mobil, menunggu pagi datang untuk mencari bengkel. Ia merasa sangat beruntung karena Nganjuk menjadi tempat ia mengalami musibah, bukan daerah lain yang mungkin tidak memiliki fasilitas serupa. Polres Nganjuk pun menegaskan bahwa kisah Sunaryo adalah bukti bahwa program bengkel darurat gratis bukan sekadar program seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Ke depan, layanan ini akan terus dikembangkan, dengan harapan bahwa tidak ada lagi pemudik yang harus menginap di jalan hanya karena masalah sepele seperti ban pecah.(Avs)

0 Komentar