Ada yang berbeda dari gelaran halalbihalal di Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro kali ini. Di balik suasana keakraban khas bulan Syawal, terselip agenda strategis yang menyatukan visi kepolisian dan para kepala desa. AKBP Afrian Satya Permadi, Kapolres Bojonegoro, secara sengaja memanfaatkan momen ini untuk membangun sinergi yang lebih erat dengan pengurus Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Bojonegoro. Baginya, kepala desa adalah mitra utama yang posisinya paling dekat dengan denyut nadi masyarakat. Tanpa keterlibatan mereka, menjaga keamanan dan ketertiban akan terasa berat.
Kapolres menyampaikan bahwa keamanan bukan hanya urusan aparat, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran kolektif. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti peran aktif para kepala desa yang selama ini telah menjadi benteng pertama dalam menjaga stabilitas di wilayah masing-masing. AKBP Afrian juga melihat PKDI sebagai organisasi yang memiliki potensi besar, dengan visi menjadikan kepala desa sebagai ujung tombak pembangunan yang inovatif. Oleh karena itu, ia berharap sinergi antara Polres Bojonegoro dan PKDI dapat terus diperkuat, termasuk dalam fungsi pengamanan swakarsa yang menjadi mitra strategis Polri di tingkat lingkungan.
Ketua PKDI Kabupaten Bojonegoro, K.R.A.T Sudawam, merespons positif ajakan tersebut. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi dan menerima arahan dari Kapolres demi mewujudkan Bojonegoro yang aman dan kondusif. Di akhir pertemuan, AKBP Afrian juga mengimbau para kepala desa untuk membantu menyosialisasikan layanan digital kepolisian, seperti aplikasi "Matur Pak Kapolres" dan Call Center 110. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kepolisian. Dari pertemuan ini, terlihat jelas bahwa kolaborasi antara Polri dan pemimpin desa adalah kunci utama menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar