Demokrasi dan Persatuan: Pesan Kuat Kapolri di Tengah Safari Ramadhan Riau


Pekanbaru menjadi saksi sebuah pertemuan yang menggabungkan nilai-nilai religius dengan semangat kebangsaan. Safari Ramadhan yang digelar di Masjid Al-Adzim Polda Riau tidak hanya dihadiri oleh jajaran kepolisian, tetapi juga menjadi titik kumpul bagi beragam elemen masyarakat. Mulai dari rektor universitas, tokoh serikat pekerja, aktivis LSM, hingga para mahasiswa, mereka semua duduk bersama mendengarkan arahan langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang pentingnya menjaga api persatuan di tengah kemajemukan.

Momentum bulan suci ini dimanfaatkan betul oleh Kapolri untuk menegaskan bahwa perbedaan pilihan dan pandangan politik adalah hal yang lumrah dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kebebasan tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang ingin menyematkan benih-benih perpecahan. "Jangan sampai kegiatan demokrasi kita disusupi narasi yang bisa memecah belah," demikian inti pesan yang disampaikan, mengajak semua yang hadir untuk cerdas dalam menyaring informasi dan menjaga lisan.

Selain pesan moral, kunjungan kerja ini juga diisi dengan agenda simbolis yang strategis. Penandatanganan prasasti renovasi masjid menandai komitmen Polri dalam mendukung pembangunan sarana ibadah. Sementara itu, pengukuhan Satgas PHK dan Satgas Ojol Kamtibmas Presisi menjadi bukti nyata bahwa institusi kepolisian responsif terhadap dinamika yang terjadi di akar rumput, khususnya terkait isu ketenagakerjaan dan perlindungan mitra transportasi online.

Jenderal Sigit kemudian mengalihkan pembahasan pada tantangan masa depan, terutama soal bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia. Menurutnya, ini adalah peluang emas yang hanya bisa dimanfaatkan jika bangsa ini bersatu. Sumber daya alam yang berlimpah harus dikelola dengan SDM yang unggul. Untuk itu, stabilitas nasional menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar. Ia meyakini, dengan kekompakan seluruh elemen bangsa, Indonesia dapat melesat menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama dunia.

Pada bagian akhir sambutannya, ia kembali menekankan peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Melalui konsep kemitraan, diharapkan setiap individu menjadi agen keamanan di lingkungannya masing-masing. Dengan kolaborasi yang solid antara polisi dan warga, stabilitas kamtibmas akan terjaga, yang pada gilirannya akan menciptakan iklim kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar