Di tengah hiruk-pikuk persiapan Operasi Ketupat 2026, ada momen haru yang mewarnai apel gelar pasukan di Monas. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak hanya memberikan instruksi tegas kepada jajarannya, tetapi juga menyerahkan bantuan nyata berupa kendaraan operasional. Tiga Polda yang baru saja dilanda bencana alam menerima masing-masing 50 unit kendaraan untuk mendukung pelayanan mudik tahun ini. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat mobilitas petugas, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dan membutuhkan perhatian ekstra. Ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas internal yang luar biasa, memastikan tidak ada daerah tertinggal dalam pengamanan mudik. Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan mudik yang aman bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menambahkan bahwa operasi tahun ini mengusung konsep pengamanan yang jauh lebih modern dan terintegrasi. Lima klaster utama telah ditetapkan sebagai prioritas, mulai dari jalan tol, arteri, pelabuhan, simpul transportasi, hingga tempat ibadah dan destinasi wisata. Di setiap klaster, petugas dilengkapi dengan teknologi canggih seperti drone, kamera pemantau, dan body camera untuk memastikan situasi terkendali. Data yang masuk secara real-time menjadi acuan dalam mengambil keputusan strategis, termasuk penerapan rekayasa lalu lintas. Semua ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalani ibadah dan perjalanan mudik dengan tenang dan nyaman. Kehadiran polisi diharapkan terasa di setiap sudut, memberikan rasa aman yang hakiki.
Dalam hal rekayasa lalu lintas, Polri telah menyiapkan skenario yang sangat detail dan berbasis data. Sistem traffic counting akan terus memonitor volume kendaraan, dan ketika mencapai ambang batas tertentu, contraflow atau one way akan segera diaktifkan. Di jalan tol, misalnya, contraflow satu lajur mulai diberlakukan saat volume mencapai 5.500 kendaraan per jam, dan dua lajur saat 6.500 kendaraan per jam. Jika kepadatan tak teratasi, one way dari kilometer 70 hingga 236 menuju Jawa Tengah menjadi solusi pamungkas. Di jalur arteri seperti Puncak dan Bocimi, skenario serupa juga diterapkan secara situasional. Semua ini adalah bukti kesiapan penuh Polri dalam menghadapi lonjakan arus mudik yang diprediksi mencapai jutaan orang.
Di luar semua persiapan teknis, Polri juga mengingatkan bahwa esensi dari Operasi Ketupat adalah memastikan kebahagiaan masyarakat. Tagline "Mudik Aman, Keluarga Bahagia" bukan sekadar slogan, melainkan tujuan akhir yang ingin dicapai dengan segala upaya. Petugas di lapangan diminta untuk selalu bersikap humanis dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan. Masyarakat pun diimbau untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban selama perjalanan. Dengan kerjasama yang baik antara aparat dan warga, diharapkan momen Lebaran tahun ini menjadi kenangan indah yang penuh sukacita. Selamat menikmati perjalanan mudik, semoga selamat sampai tujuan dan berkumpul dengan orang-orang tercinta.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar