Seorang nenek dengan langkah gontai berusaha menaiki bus di Terminal Purabaya Bungurasih. Di tengah kepadatan calon penumpang, ia tampak kesulitan. Namun, takdir berkata lain. Dua malaikat berbalut seragam coklat, Iptu Susmiati dan Iptu Deti Meivani dari Satuan Samapta Polresta Sidoarjo, melihatnya. Dengan sigap, Iptu Deti menghampiri dan membantu sang nenek menaiki anak tangga bus tujuan Lumajang, Senin (16/3/2026). Adegan haru ini sontak menyita perhatian warga sekitar yang ikut terharu menyaksikan kebaikan hati seorang Polwan.
Aksi yang berlangsung di Pos Pelayanan Operasi Ketupat Semeru 2026 ini bukan sekadar tugas rutin. Ini adalah panggilan hati. Iptu Deti tak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan senyum dan kata-kata penyemangat kepada lansia tersebut. Wajah keriput sang nenek yang semula tegang perlahan melunak, matanya berkaca-kaca bukan karena sedih, tetapi karena haru melihat kepedulian yang tulus dari aparat yang tengah bertugas. Momen ini menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk pikuk mudik, kemanusiaan tetap bersinar.
Iptu Deti Meivani menegaskan bahwa membantu sesama adalah inti dari pelayanan publik. "Kami hadir untuk memastikan para pemudik merasa aman dan nyaman," ujarnya. Menurutnya, menjadi polisi tidak hanya tentang menegakkan aturan, tetapi juga tentang hadir di saat-saat sulit masyarakat. Terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, kehadiran polisi yang humanis bisa menjadi penolong yang sangat berarti di tengah perjalanan panjang mereka.
Pos Pelayanan di Terminal Purabaya memang didesain sebagai pusat solusi bagi pemudik. Dari informasi jadwal keberangkatan hingga pertolongan pertama kesehatan, semua tersedia. Namun, yang membuat pos ini istimewa adalah personelnya. Polwan seperti Iptu Susmiati dan Iptu Deti menunjukkan bahwa pelayanan terbaik lahir dari empati dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Mereka adalah garda terdepan yang memastikan setiap pemudik, tanpa terkecuali, mendapatkan haknya untuk mudik dengan selamat dan nyaman.
Kisah di Terminal Purabaya ini menjadi bukti bahwa slogan Mudik Aman Keluarga Bahagia bukan sekadar slogan. Di baliknya, ada ribuan petugas seperti Iptu Deti dan Iptu Susmiati yang bekerja dengan hati. Masyarakat pun diimbau untuk tidak ragu meminta bantuan kepada petugas jika mengalami kesulitan. Karena di setiap pos pelayanan, ada tangan-tangan yang siap mengulurkan bantuan, dan hati-hati yang siap berbagi kebaikan. (Avs)

0 Komentar