Lonjakan Kendaraan 65 Persen di Gerbang Tol Jakarta, Polri Siapkan Skenario One Way Nasional 24 Maret


Angka pergerakan kendaraan selama Operasi Ketupat 2026 terus menunjukkan dinamika yang signifikan. Berdasarkan laporan harian hari ke-11, Minggu (22/3) pukul 06.00 hingga 22.00 WIB, jumlah kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 168.159 unit, melonjak 65,79 persen dibandingkan volume normal dan naik 2,06 persen dari Lebaran tahun lalu. Sementara itu, kendaraan yang masuk ke Jakarta tercatat 122.994 unit, mengalami penurunan tipis dibanding kondisi normal namun meningkat 3,73 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini menjadi pijakan penting bagi Polri dalam merumuskan strategi pengamanan arus balik.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala, menyampaikan bahwa saat ini arus lalu lintas mulai melandai dan telah kembali normal dua arah, sehingga rekayasa one way dihentikan sementara. Namun ia mengingatkan bahwa arus balik sudah mulai menunjukkan peningkatan secara bertahap menuju Jakarta. Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24 Maret serta 28–29 Maret 2026. Sebagai langkah antisipasi, Polri bersama stakeholder terkait akan memberlakukan rekayasa lalu lintas situasional, termasuk contraflow dan one way nasional yang dijadwalkan mulai 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70.

Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan jalur alternatif melalui ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan yang pada segmen tertentu dapat digunakan secara gratis selama Operasi Ketupat 2026. Dengan dukungan pemantauan CCTV, traffic counting real time, dan koordinasi lintas sektor bersama Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja, Polri optimistis arus balik tahun ini dapat berjalan lebih tertib dan aman. Kombes Pol. Marupa Sagala menegaskan bahwa perencanaan perjalanan yang matang adalah kunci utama bagi pemudik untuk menghindari kepadatan dan risiko kecelakaan.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar