Operasi Ketupat Semeru 2026: Polda Jatim Siaga di 18 Ribu Lokasi Shalat Id dan 488 Tempat Wisata


SURABAYA - Ribuan personel Polda Jawa Timur kini tidak hanya disebar di ruas-ruas jalan, tetapi juga di tempat-tempat yang selama ini mungkin luput dari perhatian saat musim mudik. Dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, fokus pengamanan diperluas secara signifikan, mencakup 18.365 lokasi shalat Idul Fitri dan 488 objek wisata yang tersebar di seluruh penjuru Jatim. Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kabid Humas Polda Jatim, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga di tengah euforia liburan dan perayaan keagamaan.

Menurut Kombes Abast yang juga menjabat Kasatgas Humas, operasi yang digelar sejak 13 Maret 2026 ini memiliki dimensi yang lebih kompleks dari sekadar pengaturan lalu lintas. Polda Jatim bersinergi dengan lintas sektor untuk memberikan pelayanan maksimal, baik bagi umat Muslim yang merayakan Idul Fitri maupun umat Hindu yang melaksanakan Nyepi dan Tahun Baru Saka. "Fokus utama menjaga proses ibadah umat agar tetap khusuk," ujar Kombes Abast. Pernyataan ini menegaskan bahwa kelancaran arus mudik hanyalah salah satu bagian dari puzzle besar keamanan yang harus disusun rapi.

Data yang dirilis Polda Jatim menunjukkan betapa masifnya operasi ini. Selain ribuan lokasi ibadah, petugas juga akan mengamankan 68 terminal, 12 pelabuhan besar, 79 pelabuhan rakyat, 6 bandara, dan 53 stasiun kereta api. Tempat-tempat umum seperti 274 pusat perbelanjaan dan 488 lokasi wisata juga masuk dalam daftar prioritas pengamanan. Bahkan, kepadatan di SPBU yang berpotensi menimbulkan antrean panjang turut menjadi perhatian, mengingat gesekan kecil di tempat umum bisa berdampak pada stabilitas Kamtibmas secara keseluruhan.

Di tengah kesibukan logistik pengamanan ini, Kombes Abast tidak lupa menyapa para pemudik dengan pesan humanis. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak hanya sibuk mempersiapkan perjalanan, tetapi juga memastikan rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggal. Koordinasi dengan pengurus lingkungan setempat menjadi kunci untuk mencegah aksi kriminalitas saat rumah kosong. "Mari kita bersama-sama wujudkan, Mudik Aman Keluarga Bahagia," pesannya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing.

Dengan cakupan pengamanan yang begitu luas, Operasi Ketupat Semeru 2026 menjadi cerminan transformasi pendekatan keamanan di Jawa Timur. Polisi tidak lagi bekerja sendiri, tetapi menggandeng berbagai elemen untuk menciptakan rasa aman yang merata. Dari masjid hingga mal, dari terminal hingga tempat wisata, kehadiran negara diharapkan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Inilah upaya kolektif untuk memastikan bahwa momen suci dan liburan panjang ini berlangsung lancar, aman, dan penuh kebahagiaan bagi seluruh warga Jatim. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar