Ramadan bukan alasan untuk menunda kewajiban administrasi berkendara. Di Kabupaten Gresik, jajaran kepolisian justru memanfaatkan bulan suci ini untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat pesantren.
Melalui program SIM Santri Trendi (Taat dan Tertib dalam Mengemudi), Polres Gresik memberikan akses khusus bagi para santri.
Menyesuaikan Ritme Kehidupan Pesantren
Sebagai daerah dengan ratusan pondok pesantren, Gresik memiliki dinamika unik saat Ramadan. Jadwal ibadah malam dan kegiatan belajar meningkat drastis.
Karena itu, Satlantas membuka layanan SIM setiap Jumat selama Ramadan agar tidak mengganggu kegiatan utama para santri.
Syarat Mudah dan Inklusif
Program ini tidak membatasi pemohon hanya warga Gresik. Santri dari berbagai daerah dapat mengurus SIM dengan syarat:
-
Membawa KTP dari wilayah mana pun
-
Menunjukkan kartu santri aktif
Layanan meliputi pembuatan baru SIM A dan SIM C.
Disiplin di Dua Ruang
Pesantren membentuk karakter melalui kedisiplinan belajar. Di jalan raya, disiplin diwujudkan dengan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Lewat SIM Santri Trendi, kepolisian ingin menjembatani keduanya. Harapannya, santri tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan berkendara.

0 Komentar