SURABAYA - Pintu gerbang menuju Lebaran yang aman resmi dibuka melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Mapolda Jatim. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya memimpin langsung pasukan gabungan yang akan diterjunkan selama 13 hari ke depan. Kekompakan tiga pilar ini menjadi fondasi utama untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah dan mudik masyarakat berjalan tanpa hambatan berarti.
Operasi yang dimulai 13 Maret ini tidak hanya menyasar kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga mengantisipasi berbagai potensi gangguan sosial. Kapolda menjelaskan bahwa sebelum operasi ini digelar, pihaknya telah melakukan pemetaan kerawanan secara detail. Mulai dari potensi tindak kriminal seperti balap liar dan penggunaan petasan, hingga ancaman non-tradisional seperti bencana hidrometeorologi dan kelangkaan bahan pokok, semua telah masuk dalam rencana kontijensi.
Dengan total personel mencapai lebih dari 16 ribu, pengamanan akan dipusatkan di 238 pos yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Ribuan personel dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, dan Jasa Raharja akan bersinergi di lapangan untuk memberikan pelayanan cepat tanggap. Mereka tidak hanya bertugas mengatur lalu lintas, tetapi juga siap memberikan bantuan medis darurat, perbaikan kendaraan, dan informasi terkini bagi para pemudik.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan pos-pos pelayanan dan pengamanan yang telah disediakan jika mengalami kelelahan atau kendala teknis selama perjalanan. Kapolda menegaskan bahwa kehadiran negara di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan, terutama di momen sakral seperti Lebaran. Semua upaya ini bermuara pada satu tujuan utama: menciptakan suasana Idulfitri yang khidmat dan mudik yang membawa kebahagiaan bagi seluruh keluarga besar Jawa Timur.(Avs)

0 Komentar