Surabaya membuktikan diri sebagai kota yang kondusif setelah Polda Jawa Timur menggelar razia besar-besaran di tiga tempat hiburan malam pada Jumat (10/11/2026) malam. Direktorat Reserse Narkoba mengerahkan tiga tim gabungan untuk melakukan pemeriksaan urine terhadap 106 pengunjung secara acak. Hasil laboratorium menunjukkan angka nol: tidak satu pun pengunjung yang terdeteksi menggunakan narkoba. Kombes Pol Muhammad Kurniawan selaku Dirresnarkoba Polda Jatim menyebut temuan ini sebagai indikator bahwa THM di Surabaya berada dalam kondisi relatif aman dan terkendali.
Yang membedakan razia kali ini adalah pendekatannya yang humanis dan persuasif. Petugas tidak melakukan tindakan represif berlebihan, tetapi tetap tegas dalam memeriksa setiap pengunjung. "Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan tidak ada ruang bagi peredaran narkoba, khususnya di lokasi yang berpotensi menjadi titik rawan," tegas Kombes Kurniawan. Hasil negatif dari 106 orang menjadi bukti bahwa upaya pencegahan dan edukasi yang dilakukan selama ini mulai membuahkan hasil, setidaknya di kalangan pengunjung THM Surabaya.
Polda Jatim memastikan bahwa razia serupa akan terus digelar secara berkala, tidak hanya di Surabaya tetapi juga di kota-kota lain di Jawa Timur. Komitmen ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memberikan rasa aman bagi pengunjung tempat hiburan. Dengan hasil 106 negatif, Surabaya mengirim sinyal positif bahwa hiburan malam dan gaya hidup sehat bisa berjalan berdampingan, asalkan pengawasan negara hadir tanpa membuat masyarakat merasa terganggu.(Avs)

0 Komentar