Dari Sistem Ranjau hingga COD, Polresta Sidoarjo Ringkus 25 Pengedar Narkoba Selama Maret 2026


Sepanjang bulan Maret 2026, Satuan Resnarkoba Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur bergerak intensif membongkar 19 kasus peredaran gelap narkotika yang melibatkan 25 tersangka laki-laki, sebagian besar berperan sebagai kurir dan pengedar. Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing memaparkan dalam konferensi pers pada Kamis (9/4/2026) bahwa pengungkapan ini dimulai dari operasi pada 5 Maret di wilayah Tulangan, di mana seorang tersangka berinisial AH ditangkap di rumahnya bersama barang bukti sabu yang ia akui diterima dari seorang DPO. Selanjutnya pada 9-10 Maret 2026, polisi mengungkap jaringan yang lebih luas di wilayah Sidoarjo dengan tiga tersangka yang mengedarkan sabu dan ganja secara bersamaan.

Kasus demi kasus terus terungkap, termasuk pada 13 Maret 2026 di wilayah Tarik dan 26 Maret 2026 di kawasan Sarirogo, dengan modus yang bervariasi mulai dari sistem ranjau di mana barang diletakkan di lokasi tertentu tanpa tatap muka, hingga transaksi langsung atau COD yang melibatkan pertemuan fisik antara kurir dan pembeli. Kombes Christian menjelaskan bahwa para tersangka umumnya mendapatkan pasokan dari jaringan yang masih dalam pengejaran (DPO), sehingga pengembangan kasus menjadi prioritas utama untuk memutus mata rantai peredaran. Dari seluruh operasi tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 235,79 gram sabu, 52 butir ekstasi, dan 408,66 gram ganja.

Jika dikalkulasikan, nilai ekonomis barang bukti mencapai Rp387 juta dan pengungkapan ini diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 4.000 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba di Sidoarjo. Para tersangka kini dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat hingga pidana mati. Kombes Christian menegaskan bahwa pengembangan terus dilakukan untuk mengejar DPO dan mengungkap jaringan di atasnya, seraya mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan aktivitas mencurigakan karena partisipasi warga adalah kunci memenangkan perang melawan narkoba.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar