Tepat di basecamp Taman Merjosari, Selasa pekan lalu, Polresta Malang Kota melalui Satlantas memulai percakapan yang tak biasa dengan Perhimpunan Driver Online Indonesia. AKP Rio Angga Prasetyo dengan gamblang mengingatkan bahwa isu global seperti kelangkaan BBM bisa berdampak lokal jika masyarakat mudah terprovokasi, dan di situlah peran strategis 700 driver ojol diperlukan. Mereka diminta tidak hanya patuh berlalu lintas, tetapi juga menjadi agen ketertiban sosial yang menenangkan publik dari euforia atau kepanikan yang tidak perlu.
Pertemuan yang juga dihadiri Kanit Regident dan Kanit Kamsel ini menjadi ruang curhat sekaligus pembekalan mental bagi para pengemudi. Puji Waluyo selaku ketua PDOI mengaku bangga karena polisi tidak datang dengan wajah garang, melainkan dengan tawaran kemitraan dan perlindungan penuh jika ada gangguan saat bertugas. Pesan utamanya: jadilah penyaring informasi, bukan corong kekacauan, karena setiap unggahan atau komentar dari driver bisa berdampak luas.
Dengan semangat kekeluargaan yang tercipta, Polresta Malang Kota berhasil membalik posisi ojol dari yang kerap dicurigai menjadi mitra yang dipercaya. Langkah ini sekaligus mengirim sinyal bahwa menjaga kota tidak harus selalu dengan razia, tapi bisa dengan dialog hangat di basecamp. Kolaborasi ini membuktikan bahwa ketika polisi dan rakyat saling mendengar, isu global sebesar apa pun bisa dihadapi dari tingkat jalan paling bawah.(Avs)

0 Komentar