Bondowoso berdesir Senin siang itu. Bukan karena demo, melainkan karena kedatangan tim gabungan Polres Bondowoso Polda Jatim yang menyisir agen-agen LPG 3 Kg. Kapolres AKBP Aryo Dwi Wibowo memberi instruksi tak biasa: jangan hanya duduk di kantor, tapi raba langsung alur distribusi. Maka, Iptu Wawan Triono, Kasat Reskrim, bersama Ipda Bayu Aji Wicaksono dan dinas terkait dari Pemkab Bondowoso pun berkeliling. Mereka tidak hanya memeriksa buku catatan, tetapi juga mengamati bagaimana truk pengangkut keluar-masuk, bagaimana agen melayani pembeli, dan apakah ada indikasi penimbunan di gudang belakang. Operasi dadakan ini lahir dari kekhawatiran bahwa gas subsidi kerap bocor ke pihak yang tidak berhak, menciptakan kelangkaan buatan di tingkat pengecer. Namun, hasil sementara menunjukkan bahwa sebagian besar agen di Bondowoso masih patuh—sebuah kabar baik sekaligus peringatan untuk tetap waspada.
Yang menjadi sorotan utama adalah komitmen Polres Bondowoso untuk tidak berhenti di satu kali inspeksi. AKBP Aryo menegaskan bahwa pengawasan akan diperkuat secara berkelanjutan demi menjaga stabilitas harga. Iptu Wawan menambahkan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya kolektif antara polisi dan pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban ekonomi. Mereka ingin memastikan proses penyaluran berlangsung lancar, aman, dan sesuai aturan. Penutup dari kegiatan ini bukan sekadar laporan, melainkan janji publik: jika ada penimbunan atau penyalahgunaan, tim akan bergerak lebih cepat dan lebih keras. Dengan pengawasan rutin, Polres Bondowoso berharap tidak ada lagi ibu-ibu yang mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan satu tabung gas melon. (Avs)

0 Komentar