Brigpol Gathut: Tugas Saya Bukan Cuma Mengurus SIM, Tapi Juga Menjaga Semangat Manula


Di sudut ruang Satpas Satlantas Polres Nganjuk, Senin (18/5/2026), Brigpol Gathut tengah sibuk namun berbeda dari biasanya. Ia tidak sedang menilang atau mengatur lalu lintas, melainkan duduk berdampingan dengan seorang kakek berusia 67 tahun. Mereka berdua mengisi formulir permohonan SIM bersama. Inilah program Polantas Menyapa: pendampingan khusus bagi manula yang ingin mengurus SIM. Brigpol Gathut bertugas membantu para lansia melewati setiap tahapan, dari pendaftaran hingga SIM jadi di tangan.(Avs)

AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari data yang menunjukkan peningkatan jumlah pemohon SIM dari kalangan lansia. "Mereka ingin tetap mandiri dan produktif. Tugas kami memastikan prosesnya tidak menyiksa," jelasnya. Selama pendampingan, Brigpol Gathut juga menyisipkan edukasi keselamatan berkendara yang relevan dengan kondisi fisik manula, seperti cara memeriksa tekanan ban, menghindari berkendara saat hujan deras, dan mengenali tanda-tanda kelelahan di jalan.(Avs)

Para manula yang datang tampak sangat antusias. Mereka tidak hanya dibantu, tetapi juga diajak berdiskusi tentang pengalaman berkendara mereka selama ini. Brigpol Gathut mendengarkan dengan sabar, lalu memberikan masukan ringan tanpa menggurui. "Saya diberi tahu bahwa kalau merasa pusing atau mata kabur, lebih baik berhenti dulu di pinggir jalan. Jangan dipaksakan," ujar seorang ibu berusia 65 tahun. Suasana hangat tercipta, jauh dari kesan formal dan kaku seperti layanan pada umumnya.(Avs)

Melalui Polantas Menyapa, Polres Nganjuk menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa menjadi ruang berbagi antargenerasi. Brigpol Gathut tidak hanya menjadi petugas, tetapi juga teman bagi para manula. Dari loket SIM yang sederhana, ia membuktikan bahwa menjaga semangat manula untuk tetap tertib berlalu lintas sama pentingnya dengan menerbitkan SIM itu sendiri.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar