Suasana berbeda tampak di Kepatihan Jl. Patiunus Kabupaten Ngawi pada Kamis (30/4/26). Bukan sekadar apel biasa, Polres Ngawi mengerahkan 1.067 personel dari berbagai unsur, mulai dari Polri, relawan, organisasi kemasyarakatan, hingga paguyuban masyarakat, dalam kegiatan Apel Sabuk Kamtibmas. Dipimpin langsung Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., acara ini menjadi titik awal penguatan sinergi lintas elemen untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Ngawi. Penyematan pita Merah Putih dan pembacaan deklarasi Sabuk Kamtibmas mengukuhkan komitmen bersama menangkal provokasi serta menciptakan situasi kondusif.
Kapolres Ngawi menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar agenda tahunan atau seremonial belaka, melainkan bentuk kesiapsiagaan kolektif menghadapi dinamika kamtibmas yang kian kompleks. Dalam arahannya, AKBP Prayoga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan aktif menjadi bagian dari solusi, bukan justru memperkeruh situasi. Dengan kekuatan personel yang mencapai ribuan, diharapkan setiap potensi gangguan seperti konflik sosial, kerawanan remaja, hingga penyebaran hoaks di ruang digital dapat dideteksi lebih dini dan ditangani sebelum meluas.
Lebih jauh, pendekatan humanis menjadi kunci yang ditekankan oleh Kapolres. Kehadiran aparat dan elemen masyarakat dalam Sabuk Kamtibmas tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti, tetapi sebagai cooling system yang menenangkan di tengah potensi ketegangan. Memperkuat komunikasi antar kelompok, menurut AKBP Prayoga, adalah cara paling efektif untuk menjaga Ngawi tetap aman dan tertib. Melalui kegiatan ini, Polres Ngawi berharap soliditas antara Polri, instansi lintas sektor, dan seluruh komponen masyarakat terus terpelihara, tidak hanya saat apel berlangsung.
Dengan semangat kebersamaan yang terlihat kuat, Apel Sabuk Kamtibmas Polres Ngawi menjadi bukti bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Kapolres mengingatkan bahwa deteksi dini dan kerja sama lintas elemen adalah tameng terbaik melawan berbagai ancaman, termasuk hoaks yang sering memecah belah. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan rutin digelar untuk memastikan wilayah Ngawi tetap kondusif, damai, dan jauh dari konflik sosial. Inilah wujud nyata sinergitas yang tidak hanya diucapkan, tetapi dijalankan dengan aksi nyata di lapangan.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar