Coba bayangkan: Anda melaju dengan kecepatan 80 km per jam keluar dari gerbang tol, lalu tiba-tiba sebuah kendaraan berhenti mendadak di bahu jalan tanpa lampu hazard yang jelas. Apa yang terjadi? Kecelakaan. Itulah skenario yang selama ini mengintai di Exit Tol Begadung, Nganjuk. Dan Kamis (7/5/2026), Satlantas Polres Nganjuk memutuskan tragedi itu tidak boleh terjadi. Mereka menerjunkan ETLE Handheld untuk menindak pengendara yang masih nekat berhenti, meski sudah berkali-kali diperingatkan.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, tidak main-main. "Kami lebih memilih warga marah karena ditilang daripada warga meninggal karena kecelakaan. Itu prinsip kami," ujarnya sungguh-sungguh. Pendekatan persuasif dan edukatif sudah lama dikedepankan, tetapi sebagian pengendara seolah kebal teguran. Dengan ETLE Handheld, petugas bisa merekam pelanggaran dari kejauhan tanpa perlu mengejar atau bersitegang. Semua berjalan profesional dan transparan.
AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas, menekankan bahwa ini adalah langkah menyelamatkan nyawa, bukan sekadar mencari denda. "Kami tidak ingin ada keluarga yang menangis karena kecelakaan di exit tol. Jika menilang beberapa orang adalah cara untuk mencegah tragedi besar, maka kami akan lakukan," katanya. Di Begadung, ETLE Handheld bukan alat penghukum, melainkan pelindung nyawa yang terlambat disadari.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar