Di tengah hiruk-pikuk tugas kepolisian yang kerap disorot dari berbagai sudut, hasil Survei Litbang Kompas terbaru menjadi secercah cahaya yang menyegarkan. Tingkat keyakinan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen, naik signifikan dari 76,2 persen di tahun sebelumnya, sementara citra kelembagaan juga melonjak ke angka 71,5 persen. Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, Ir. R. Haidar Alwi, MT, menyebut capaian ini sebagai hadiah terbaik yang bisa diterima Polri menjelang peringatan Hari Bhayangkara 2026. Baginya, kepercayaan publik adalah mata uang yang nilainya jauh lebih tinggi dari sekadar angka statistik.
Haidar Alwi menjelaskan bahwa survei yang melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi ini bukan sekadar jajak pendapat biasa, melainkan cerminan dari pengalaman nyata masyarakat saat berinteraksi dengan aparat kepolisian. Ia menyoroti bahwa indeks profesionalitas pelayanan yang naik dari 7,76 menjadi 8,37, serta 80 persen responden yang menilai fasilitas pelayanan semakin nyaman, adalah bukti bahwa perubahan di tubuh Polri tidak hanya terjadi di atas kertas. Menurutnya, angka-angka ini adalah representasi dari kerja keras yang dilakukan di tingkat polsek, satlantas, hingga satreskrim, yang selama ini jarang terdengar. Haidar menekankan bahwa kepercayaan tidak bisa direkayasa; ia lahir dari konsistensi dan ketulusan melayani.
Lebih jauh, Haidar mengapresiasi kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dinilainya telah berhasil mengarahkan transformasi Polri ke arah yang lebih modern, humanis, dan adaptif. Ia mengatakan bahwa peningkatan keyakinan publik sebesar 6,2 persen dalam satu tahun adalah pencapaian yang tidak mudah, terutama di era informasi yang serba cepat dan penuh tekanan. Haidar juga menyinggung bahwa modal kepercayaan yang semakin kuat ini menjadi fondasi penting bagi Polri untuk terus memperkuat penegakan hukum dan menjaga stabilitas nasional. Baginya, ini adalah langkah awal yang baik, tetapi perjalanan masih panjang.
Di akhir pernyataannya, Haidar Alwi berharap agar Polri tidak cepat berpuas diri dengan capaian ini, karena kepercayaan publik adalah barang yang rapuh dan mudah hilang jika tidak dirawat. Ia mengajak seluruh jajaran kepolisian untuk menjadikan hasil survei ini sebagai pelecut semangat, bukan sebagai alasan untuk berhenti berbenah. Dengan semangat Bhayangkara yang terus menyala, Haidar optimis bahwa Polri akan semakin dicintai rakyat dan mampu mengawal Indonesia menuju masa depan yang lebih aman dan maju. (Avs)
.jpeg)
0 Komentar