Jagung dan Motor Sama Berharganya: Bhabinkamtibmas Jatirejo Ingatkan Petani


Nganjuk- Bagi Bhabinkamtibmas AIPTU Sandi, jagung yang tumbuh di lahan petani dan motor yang mereka gunakan untuk pergi ke ladang memiliki nilai yang sama pentingnya. Rabu (17/6/2026), penggerak ketahanan pangan dari Polsek Nganjuk Kota ini melaksanakan pemantauan perkembangan jagung milik warga binaannya, namun dalam setiap kesempatan bicara dengan petani, ia selalu menyisipkan pengingat tentang pentingnya mengamankan kendaraan dengan kunci ganda, karena kehilangan satu di antaranya sama-sama bisa menghancurkan ekonomi keluarga petani.

Pemantauan di lapangan dilakukan secara komprehensif, mulai dari pemeriksaan fisik tanaman jagung, pengecekan kelembaban tanah, hingga identifikasi hama yang mulai muncul di beberapa petak. Namun, AIPTU Sandi juga menggunakan kesempatan ini untuk mengecek kebiasaan petani dalam memarkir kendaraan, memberikan saran tentang tempat parkir yang lebih aman, dan mengingatkan bahwa pencuri lebih suka target yang mudah, tanpa pengamanan ganda, yang dapat diambil dalam hitungan detik.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa Polri melalui Bhabinkamtibmas memiliki tanggung jawab untuk melindungi seluruh aset masyarakat, baik yang berupa tanaman pangan yang menjadi sumber kehidupan maupun kendaraan yang menjadi penunjang mobilitas mereka. Beliau menginstruksikan seluruh Bhabinkamtibmas di jajaran Polres Nganjuk untuk mengadopsi pendekatan serupa, yang mengintegrasikan kepedulian pada pertanian dan keamanan dalam satu kesatuan layanan yang utuh.

Sepanjang kunjungan, suasana keakraban sangat terasa antara AIPTU Sandi dan para petani, karena ia tidak datang dengan aura menggurui, melainkan sebagai teman yang peduli. Cerita-cerita tentang panen tahun lalu, harga jagung yang fluktuatif, dan pengalaman teman yang menjadi korban pencurian motor menjadi bahan diskusi yang hangat dan penuh makna, sekaligus menjadi media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kewaspadaan bersama.

Kompol Jumari, Kapolsek Nganjuk Kota, menutup kegiatan dengan harapan bahwa pesan tentang kunci ganda akan diingat dan dipraktikkan oleh seluruh petani, tidak hanya di Jatirejo tetapi juga di seluruh wilayah hukum Polsek Nganjuk Kota. Dengan kesadaran keamanan yang tumbuh bersama dengan kesadaran pertanian, ia optimis bahwa masyarakat akan semakin tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan, baik yang datang dari alam maupun dari tangan-tangan jahil yang ingin merusak ketenteraman mereka.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar