Kunci T vs Kunci Cepat Polisi: Pelaku Curanmor Tambak Wedi Takluk dalam Hitungan Jam


Seorang pria bersweter hijau dan celana pendek cokelat dengan percaya diri merusak kunci stang sepeda motor Honda Vario merah di siang bolong. Aksi yang terekam CCTV di Jalan Tambak Wedi Lama, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, itu terjadi pada Rabu (3/6) sekitar pukul 11.30 WIB. Pelaku yang belakangan diidentifikasi sebagai AR (29) mungkin mengira aksinya mulus, namun ia salah besar. Kurang dari 24 jam setelah korban MS (37) melaporkan kehilangan motornya, Polsek Kenjeran Polres Pelabuhan Tanjungperak sudah meringkusnya beserta barang bukti yang nyaris sempurna. Kecepatan pengungkapan ini menunjukkan bahwa Polsek Kenjeran serius memberantas curanmor yang kerap meresahkan warga.

Kasihumas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, mengungkapkan bahwa korban memarkir motor Honda Vario merah bernopol L 3179 AAV di depan rumah dalam kondisi stang terkunci. Hanya setengah jam kemudian, tepat pukul 12.00 WIB, motor itu sudah tidak ada di tempatnya. Beruntung, korban tidak panik dan segera melaporkan kejadian ke Polsek Kenjeran. Dari rekaman CCTV, petugas mendapatkan petunjuk penting: ciri fisik pelaku, pakaian yang dikenakan, serta modus penggunaan kunci T untuk merusak kunci stang. Informasi ini kemudian disebarluaskan secara internal dan menjadi acuan dalam pencarian di lapangan.

Respons cepat petugas membuahkan hasil pada pukul 20.00 WIB di hari yang sama, ketika informasi masuk bahwa motor korban terlihat berada di depan sebuah rumah yang jaraknya tidak jauh dari lokasi pencurian. Anggota piket Polsek Kenjeran bersama korban langsung bergerak ke lokasi. Betapa lega korban saat mendapati motornya masih utuh, meskipun pelaku sempat berusaha melepas beberapa bagian untuk mengelabui petugas. AR ditangkap tanpa perlawanan dan langsung mengakui perbuatannya saat diinterogasi. Dari tangannya, polisi menyita dua mata kunci T, satu rumah kunci T, serta pakaian yang digunakan saat beraksi.

Dalam pemeriksaan awal, AR mengaku baru pertama kali mencuri motor dan nekat karena tekanan ekonomi serta kebutuhan keluarga. Namun polisi tidak begitu saja percaya; kasus ini masih dikembangkan lebih lanjut untuk memastikan apakah AR bekerja sendiri atau ada jaringan pencuri lain yang terlibat. Iptu Suroto menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini adalah hasil dari kerja cepat anggota di lapangan dan informasi berharga dari masyarakat. Dari pengalaman ini, warga Tambak Wedi diingatkan untuk tidak pernah meremehkan kekuatan CCTV dan kekuatan laporan cepat ke polisi. Karena pelaku curanmor mungkin hanya butuh beberapa menit untuk mencuri, tetapi Polsek Kenjeran membuktikan butuh waktu yang jauh lebih singkat untuk menangkap mereka.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar