Seorang petani bawang merah di Desa Bungur, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk merawat tanamannya dari benih hingga siap panen. Namun, semua jerih payah itu bisa lenyap dalam waktu kurang dari satu jam jika keamanan lahan tidak dijaga dengan baik. Pada Kamis (4/6/2026), Bhabinkamtibmas Bripka Heru P. hadir di tengah hamparan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) untuk mengingatkan warga akan fakta pahit tersebut sekaligus memperkuat koordinasi keamanan jelang panen. Dengan nilai ekonomi bawang merah yang cukup tinggi, potensi kerugian akibat pencurian sangat besar, dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh keluarga petani. Inilah mengapa kehadiran polisi di lapangan menjadi sangat krusial.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan Bripka Heru P. adalah bentuk dukungan Polri terhadap masyarakat dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus keamanan hasil panen. Beliau menjelaskan bahwa satu jam kehilangan bisa mengakibatkan berbulan-bulan menangis, sehingga pencegahan dini melalui koordinasi dan kewaspadaan bersama adalah langkah yang paling bijak. Bripka Heru P. tidak hanya melakukan pemantauan kondisi tanaman bawang merah, tetapi juga mengimbau warga agar saling berkoordinasi dan melaporkan setiap kejadian mencurigakan secepat mungkin. Dengan sistem peringatan dini yang baik, diharapkan potensi pencurian bisa ditekan seminimal mungkin.
Saat turun ke lapangan, Bripka Heru P. melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi tanaman, kesiapan panen, hingga situasi lingkungan sekitar lahan yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Warga pun diajak membuat kesepakatan sederhana, seperti kode bunyi-bunyian jika ada orang asing yang masuk ke area persawahan pada malam hari. PLT Kapolsek Sukomoro, AKP Trubus, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung langkah-langkah pendampingan yang dilakukan anggota, termasuk dengan meningkatkan frekuensi patroli di jam-jam rawan. Menurutnya, kesadaran bahwa kehilangan satu jam bisa menghancurkan panen berbulan-bulan harus terus ditanamkan kepada petani.
Penutup dari narasi ini adalah bahwa waktu panen adalah waktu yang paling menentukan, tetapi juga paling rawan. Bripka Heru P. telah mengingatkan warga Bungur bahwa mengamankan lahan adalah investasi kecil dengan keuntungan yang sangat besar. AKP Trubus berharap hasil panen bawang merah warga dapat berjalan aman dan optimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Karena ketika petani sadar bahwa satu jam kelalaian bisa mengakibatkan kerugian berbulan-bulan, mereka akan lebih waspada dan proaktif. Mari kita jaga bersama lahan pertanian kita, karena setiap bawang merah yang selamat adalah tangisan yang tidak perlu terjadi, dan setiap panen yang aman adalah kemenangan bagi kita semua.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar