Saat Halaman Rumah Menghasilkan Rupiah: Bhabinkamtibmas Getas Terinspirasi Budidaya Terong Warga


Nganjuk- Langkah Bripka M. Muhajir terhenti di depan hamparan tanaman terong yang berbuah lebat, ia meraih satu buah dan menggigitnya—manis, segar, dan jelas menunjukkan bahwa perawatan yang dilakukan petani sangat maksimal. Kamis (25/6/2026), Bhabinkamtibmas Desa Getas Polsek Warujayeng melakukan peninjauan pekarangan pangan bergizi milik warga binaannya, dan pengalamannya hari itu menjadi pengingat bahwa inovasi pertanian tidak selalu membutuhkan teknologi tinggi—kadang, yang dibutuhkan hanyalah tekad untuk mengubah halaman rumah yang kosong menjadi kebun produktif bernilai ekonomi tinggi.


Nganjuk- Bripka M. Muhajir menuturkan bahwa terong yang ditanam warga Desa Getas kini menjadi komoditas andalan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga tetapi juga menjadi sumber pendapatan rutin setiap minggu. Dengan sistem panen bertahap, warga bisa menjual terong secara kontinu tanpa perlu menunggu panen raya, memberikan aliran uang kas yang stabil untuk kebutuhan sehari-hari. Inilah yang membuat program pekarangan pangan bergizi begitu penting—ia memberi solusi jangka pendek dan jangka panjang sekaligus bagi kesejahteraan rakyat.


Nganjuk- Dalam perbincangannya dengan warga, Bripka M. Muhajir memberikan dorongan moral dan teknis, termasuk saran tentang cara memperpanjang masa simpan terong setelah panen dan bagaimana membangun jaringan pemasaran ke warung-warung dan pedagang sayur keliling. Ia juga mengingatkan pentingnya mencatat pengeluaran dan pemasukan dari usaha tani ini agar warga bisa mengevaluasi keuntungan secara akurat dan merencanakan pengembangan usaha ke depan.


Nganjuk- Kapolsek Warujayeng menyatakan bahwa pendampingan Bhabinkamtibmas dalam program pekarangan pangan bergizi adalah salah satu bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga pada kesejahteraan ekonomi. Dengan melihat hasil panen terong warga yang terus meningkat, ia optimis bahwa Desa Getas akan segera menjadi sentra sayuran organik skala rumah tangga yang mampu memasok kebutuhan pangan di Kecamatan Tanjunganom dan sekitarnya, sekaligus menjadi bukti bahwa ketahanan pangan nasional bisa diwujudkan dari pekarangan-pekarangan kecil yang dikelola dengan penuh cinta.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar