Ada yang salah dengan kebiasaan berkendara di kawasan SP4 Sate, Nganjuk. Meskipun separator beton sudah membelah jalan dengan tegas, rambu dilarang masuk sudah berdiri gagah, dan petugas Satlantas Polres Nganjuk sudah sering turun tangan, masih saja ada pengendara sepeda motor yang memilih melawan arus menuju belakang Pasar Wage. Selasa (2/6/2026), petugas kembali melakukan operasi penindakan, kali ini dengan membawa ETLE Handheld, sistem tilang elektronik portabel yang tidak kenal ampun. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebut bahwa pendekatan persuasif sudah habis. "Kami selalu utamakan edukasi, tapi pelanggaran berulang dan membahayakan harus ditindak tegas demi keselamatan bersama," ujarnya.
Kasat Lantas AKP Ivan Danara Oktavian menjelaskan bahwa pelanggar di SP4 Sate kebanyakan adalah pengendara roda dua yang mengaku terburu-buru. Padahal, dengan melawan arus, mereka justru memperbesar risiko tabrakan frontal dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan. "Separator itu dipasang untuk memisahkan jalur, bukan untuk dipandang sebagai hiasan. Rambu larangan juga jelas. Petugas sudah sering memberikan peringatan, bahkan sebelumnya sudah kami tindak. Tapi masih banyak yang nekat. Makanya kami kembali turun dengan teknologi," jelasnya. ETLE Handheld memungkinkan petugas merekam pelanggaran secara langsung, sehingga tidak ada lagi alasan "tidak tahu" dari pelanggar.
Dalam operasi kali ini, petugas tidak hanya menindak, tetapi juga memberikan edukasi singkat kepada setiap pelanggar. Mereka menunjukkan rekaman pelanggaran di layar smartphone dan menjelaskan bahaya melawan arus. Sebagian pelanggar mengaku malu setelah melihat bukti digital yang tidak bisa dibantah. Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa tujuan akhir dari penindakan ini adalah mengubah perilaku, bukan sekadar menjatuhkan denda. "Kami ingin masyarakat sadar bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Melawan arus bukan solusi, itu hanya akan menambah masalah," tegasnya.
Satlantas Polres Nganjuk berjanji akan terus memantau kawasan SP4 Sate secara rutin. Program Polantas Menyapa tidak akan berhenti, dan ETLE Handheld akan menjadi saksi bisu setiap pelanggaran. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu, menghormati separator, dan tidak mengambil risiko hanya demi menghemat waktu beberapa menit. Karena kecelakaan bisa terjadi dalam sekejap, dan penyesalan selalu datang belakangan. Bagi pengendara yang masih nekat, siap-siap saja direkam, ditilang, dan diproses. Tidak ada toleransi lagi untuk pelanggaran berulang di SP4 Sate.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar