Semarang- Gedung Serba Guna Akademi Kepolisian di Semarang menjadi saksi bisu momen krusial bagi 404 calon taruna yang tengah menapaki tahap akhir seleksi masuk Akpol. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo secara langsung memimpin pemeriksaan penampilan yang berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu (24-25/7), sebagai penentu akhir kelulusan para peserta. Ribuan anak muda dari berbagai penjuru Nusantara yang telah melewati serangkaian tes panjang kini harus mempertaruhkan penampilan terbaik mereka di hadapan para petinggi Polri.
Pemeriksaan penampilan bukanlah sekadar formalitas untuk menilai fisik semata, melainkan instrumen evaluasi menyeluruh yang dirancang untuk memastikan bahwa setiap kandidat memiliki kualitas yang sepadan dengan hasil seleksi sebelumnya. Wakapolri menegaskan bahwa generasi penerus Polri harus memiliki kemampuan hebat, karakter kuat, kepedulian sosial, dan keberanian memimpin perubahan. Ia menyebut masa depan institusi kepolisian sangat bergantung pada bagaimana para taruna ini disiapkan sejak dini, karena mereka kelak akan menjadi perwira yang mengemban amanat rakyat.
Rangkaian seleksi yang dilalui para catar terbilang panjang dan ketat, dimulai dari pemeriksaan administrasi, tes akademik, kesamaptaan, psikologi, kesehatan, hingga pendalaman mental dan kepribadian di tingkat polda. Dari 36 biro SDM yang tersebar di seluruh Indonesia, hanya peserta terbaik yang dikirim ke Semarang untuk mengikuti seleksi tingkat pusat. Di Akpol, mereka kembali menjalani berbagai tes serupa, dan pemeriksaan penampilan menjadi gerbang terakhir sebelum resmi menyandang status taruna Akademi Kepolisian.
Para penilai yang hadir bukanlah nama sembarangan, melainkan jajaran petinggi Polri seperti Kalemdiklat Komjen R.Z. Panca Putra, Asisten SDM Irjen Anwar, Kadiv Propam Irjen Abdul Karim, Wairwasum Irjen Tomex Korniawan, dan Gubernur Akpol Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga. Kehadiran mereka menegaskan bahwa seleksi ini diambil dengan sangat serius, karena setiap taruna yang diterima akan menjadi investasi jangka panjang bagi institusi Polri. Dari 404 peserta yang terdiri dari 365 pria dan 35 wanita, hanya mereka yang benar-benar unggul yang akan melanjutkan perjalanan sebagai kader pemimpin bangsa.
Di akhir sesi pemeriksaan, Komjen Dedi kembali mengingatkan bahwa penampilan fisik hanyalah cermin awal dari disiplin dan kesiapan mental calon taruna. Ia berharap proses seleksi yang ketat ini melahirkan perwira-perwira tangguh yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan hati nurani yang kuat. Bagi 404 catar yang hadir, hari-hari di Semarang ini adalah penentu nasib mereka, apakah akan melangkah ke gerbang Akpol atau harus pulang dengan mimpi yang tertunda.(Avs)

0 Komentar