Bogor- Delapan dekade perjalanan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mengabdi kepada bangsa dan negara menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, dan adaptif. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa usia ke-80 Polri memiliki makna historis, konstitusional, dan institusional yang menunjukkan perjalanan panjang institusi ini tumbuh bersama rakyat. Di sela-sela Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, ia menegaskan bahwa makna dari semua perjalanan itu adalah bahwa Polri benar-benar untuk masyarakat.
Brigjen Pol. Trunoyudo menjelaskan bahwa sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945, Polri memiliki tugas sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, serta penegak hukum. Keamanan menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan pembangunan nasional, baik dalam konteks sosial, ekonomi, maupun program pembangunan pemerintah. Oleh karena itu, Polri akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat, melindungi ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, melayani, membantu, serta melakukan penegakan hukum dalam rangka pemeliharaan kamtibmas.
Semangat "Polri untuk Masyarakat" tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang telah digelar sejak rangkaian Bulan Bakti Bhayangkara. Bakti kesehatan, bakti sosial, pasar murah, bazar UMKM, hingga program-program sosial lainnya menunjukkan bahwa Polri hadir ketika masyarakat membutuhkan. Trunoyudo menegaskan bahwa transformasi Polri terus berjalan secara berkelanjutan melalui empat bidang utama yang digagas Kapolri, yakni transformasi operasional, organisasi, pelayanan publik, dan pengawasan, yang diperkuat melalui digitalisasi layanan seperti Super Apps Polri dan layanan darurat Polisi 110.(Avs)

0 Komentar