80 Ton Pupuk Batu Bara untuk Petani Riau, Kapolri: Ini Wujud Nyata Polri Hadir untuk Masyarakat


Kampar- Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerahkan bantuan 80 ton pupuk batu bara Futuraplus Presisi kepada lima kelompok tani di Provinsi Riau, sebagai bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya dalam urusan keamanan tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi rakyat. Penyerahan yang dilakukan dalam rangkaian kunjungan ke pabrik PT Bursatani Futura Andyta di Kabupaten Kampar ini menjadi momen penting yang menunjukkan sinergi antara kepolisian dan dunia usaha dalam mendukung produktivitas pertanian. Angka 80 ton dipilih secara khusus sebagai simbol peringatan 80 tahun Polri untuk masyarakat, mencerminkan komitmen institusi kepolisian untuk terus memberikan manfaat nyata bagi rakyat di berbagai sektor kehidupan.


Kampar- Kelima kelompok tani penerima bantuan berasal dari berbagai wilayah di Riau, yaitu UPJA Paduka dari Kabupaten Rokan Hulu, Kelompok Tani Bangun Rejeki dari Kabupaten Pelalawan, Kelompok Tani Saibone dari Kecamatan Tambang, Kelompok Tani Piber dari Kabupaten Kampar, serta Kelompok Tani Ayu Makmur dari Kabupaten Siak. Pupuk Futuraplus Presisi yang disalurkan merupakan hasil kerja sama antara PT Bursatani Futura Andyta dengan Polri, dengan kandungan tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani binaan Polri. Kapolri berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani untuk meningkatkan produktivitas lahan dan hasil panen, sehingga kesejahteraan petani terus meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat.


Kampar- Sebelum penyerahan bantuan, Kapolri meninjau langsung operasional pabrik PT Bursatani Futura Andyta yang berada di Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, dan menerima paparan dari Direktur Utama perusahaan mengenai proses produksi serta manfaat pupuk Futuraplus Presisi. Pabrik dengan kapasitas produksi 24 ton per hari ini mengolah batu bara berkalori rendah yang tidak terserap industri PLTU menjadi pupuk kaya asam humat, C-organik, serta unsur hara makro dan mikro yang mampu memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan aktivitas biologis tanah, dan menjaga keberlanjutan produktivitas pertanian. Kapolri mengapresiasi inovasi ini karena mampu mengubah komoditas yang sering dianggap limbah menjadi produk bernilai tinggi yang bermanfaat bagi petani dan lingkungan.


Kampar- Melalui penyerahan bantuan dan pelepasan distribusi 80 ton pupuk ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, dengan kehadiran yang tidak hanya dirasakan dalam pemeliharaan keamanan tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi rakyat. Kapolri berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi katalis peningkatan produktivitas pertanian di Riau dan menginspirasi daerah lain untuk mengadopsi inovasi serupa dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan sinergi yang terus diperkuat antara Polri, dunia usaha, dan masyarakat, Indonesia optimis dapat mencapai kemandirian pangan yang berkelanjutan dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh petani sebagai pahlawan pangan bangsa.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar