Nganjuk- Di balik hamparan hijau jagung yang bergoyang tertiup angin dan rumpun tebu yang menjulang gagah, ada cerita tentang dedikasi Aipda Teguh W. yang tak pernah lelah mendampingi petani Desa Trayang. Sabtu (4/7/2026), ia kembali menyusuri lahan pertanian, memeriksa setiap sudut kebun untuk memastikan jagung dan tebu tumbuh optimal. Kehadirannya menjadi penanda bahwa Polri memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan, tidak hanya melalui pengamanan, tetapi juga melalui pendampingan langsung di sektor produktif.
AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa pemilihan jagung dan tebu sebagai komoditas prioritas bukan tanpa alasan, karena keduanya memiliki nilai ekonomi tinggi dan peran sentral dalam industri pangan dan gula nasional. Beliau menekankan bahwa pendampingan yang dilakukan Aipda Teguh mencakup aspek teknis seperti pengendalian hama, manajemen air, dan pemupukan yang tepat, sehingga petani tidak hanya produktif tetapi juga efisien dalam mengelola lahan. Kapolres Nganjuk itu berharap model pendampingan ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain.
Kapolsek Ngronggot, AKP Totok Hariyanto, menambahkan bahwa sinergi antara Bhabinkamtibmas dan petani adalah kunci keberhasilan program ketahanan pangan di tingkat desa. "Kami tidak hanya datang untuk memantau, tetapi juga untuk belajar dari petani dan bersama-sama mencari solusi terbaik. Jagung dan tebu Trayang adalah simbol dari kebersamaan kita," ujarnya. Dengan kolaborasi yang erat, diharapkan kedua komoditas ini terus memberikan hasil melimpah dan menjadi kebanggaan Nganjuk dalam mendukung swasembada pangan nasional. (Avs)

0 Komentar