Nganjuk- Di samping manfaat pangan dan ekonomi, metode vertikultur yang didorong oleh Bripka Agus Pamungkas, Bhabinkamtibmas Desa Sawahan, pada Jumat (31/7/2026) juga membawa dampak positif bagi lingkungan, karena penghijauan pekarangan dengan tanaman sayuran membantu menyerap karbon, mengurangi polusi udara di sekitar rumah, dan menciptakan ekosistem mikro yang mendukung keberlangsungan hidup serangga penyerbuk dan organisme tanah. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa program Pekarangan Pangan Bergizi tidak hanya berbicara tentang pangan, tetapi juga tentang keberlanjutan lingkungan, karena setiap tanaman yang tumbuh di pekarangan adalah kontribusi kecil namun bermakna dalam menjaga keseimbangan alam di tengah perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa vertikultur yang menggunakan bahan-bahan daur ulang seperti botol plastik, pipa bekas, atau rak kayu juga mengajarkan masyarakat untuk mengurangi sampah dan mengelola limbah rumah tangga secara kreatif, menciptakan siklus hidup yang lebih ramah lingkungan. Bripka Agus dalam dialognya dengan warga tidak hanya membahas teknik perawatan tanaman, tetapi juga mendorong penggunaan pupuk organik dari kompos sampah dapur, sehingga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang merusak tanah dan air. Pendekatan yang memadukan ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan ini diharapkan menjadi gerakan kolektif yang mengubah Desa Sawahan menjadi desa hijau yang asri dan berkelanjutan.
Kapolsek Lengkong AKP Sugiyono, S.H., menambahkan bahwa Polsek Lengkong akan terus mendukung program-program yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, karena ketahanan pangan dan kelestarian alam adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Dengan semangat hijau yang ditanamkan melalui vertikultur, diharapkan masyarakat Desa Sawahan tidak hanya menjadi konsumen yang cerdas tetapi juga pelindung lingkungan yang peduli pada masa depan bumi, menciptakan warisan hijau bagi anak cucu yang akan datang.(Avs)

0 Komentar