Membangun Generasi Emas dari Panggung Upacara


Mojokerto- Setiap Senin pagi, halaman sekolah di wilayah Kota Mojokerto berubah menjadi ruang kelas istimewa. Bukan guru yang berdiri di depan, melainkan perwira polisi dengan seragam cokelat mereka. Program Police Go to School yang digagas Polres Mojokerto Kota telah menjadi ritual pembuka pekan yang dinanti, menghadirkan Kapolres, Waka Polres, hingga Kapolsek jajaran sebagai inspektur upacara sekaligus mentor karakter bagi ribuan pelajar.


Kehadiran aparat kepolisian di lingkungan pendidikan bukan sekadar seremonial, melainkan strategi jitu membangun benteng pertahanan diri generasi muda dari ancaman zaman. Iptu Suhartanto, Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, mengungkapkan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci utama program ini. Polri tidak datang dengan wajah tegang dan nada menggurui, melainkan sebagai sahabat yang mengingatkan bahwa disiplin dan integritas adalah modal utama meraih masa depan cerah.


Materi edukasi yang disampaikan pun menyentuh persoalan riil yang dihadapi pelajar saat ini. Mulai dari bahaya laten minuman keras dan narkoba yang mengintai di sudut-sudut pergaulan, hingga jerat hoaks di media sosial yang dapat menghancurkan reputasi hanya dalam sekejap. Para siswa diajak untuk tidak sekadar mendengar, tetapi merenungkan bagaimana setiap pilihan kecil hari ini akan membentuk siapa mereka di masa depan. Ada pesan fundamental yang tak pernah absen: ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai kompas moral yang menuntun setiap langkah.


Kepala SMA Negeri 1 Dawarblandong, Edy Sucahyono, menyambut hangat inisiatif ini sebagai angin segar kolaborasi lintas sektor. Baginya, ketika polisi dan pendidik bahu-membahu membangun karakter siswa, maka terciptalah ekosistem belajar yang aman dan kondusif. Program ini bukan sekadar sosialisasi satu arah, melainkan dialog berkelanjutan yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda Mojokerto yang tangguh, cerdas, dan berjiwa pemimpin. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar