Nganjuk- Fase kritis pertama kehidupan tanaman jagung sering kali menentukan keberhasilan panen berbulan-bulan kemudian. Menyadari momen genting ini, Bhabinkamtibmas Desa Sukorejo, Brigadir Riyan Lufi, turun langsung ke lahan pertanian setempat pada Rabu (29/7/2026). Pemantauan ini tidak sekadar melihat batang muda, tetapi menyorok aspek paling vital: kecukupan air di tengah ancaman musim kemarau yang kerap mengganggu siklus tanam.
Polres Nganjuk melalui Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa pendampingan teknis di lapangan merupakan bentuk nyata dukungan institusi kepolisian terhadap program strategis nasional. Air pada masa awal pertumbuhan, menurutnya, adalah nadi yang menghidupkan seluruh proses budidaya, menjadikannya prioritas utama dalam setiap kunjungan pembinaan. Komoditas jagung yang bernilai strategis membutuhkan perhatian ekstra agar produktivitasnya tetap terjaga.
Brigadir Riyan Lufi tak hanya mengamati kondisi fisik tanaman berusia muda, tetapi juga berdialog intensif dengan para petani terkait pola perawatan dan perbaikan saluran irigasi. Dialog ini menjadi ruang tukar informasi untuk mengantisipasi kekeringan yang bisa muncul sewaktu-waktu, memastikan setiap tetes air benar-benar termanfaatkan secara maksimal. Para petani diajak untuk sigap membersihkan aliran air demi menjaga kelangsungan hidup jutaan bibit jagung.
Kapolsek Loceret AKP Triyono menambahkan bahwa peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pendampingan harus dioptimalkan secara berkelanjutan. Harapannya, perawatan yang konsisten pada masa awal pertumbuhan ini akan berbuah pada peningkatan hasil panen yang signifikan, sekaligus mengangkat kesejahteraan petani Desa Sukorejo. Melalui sinergi yang solid, target ketahanan pangan nasional bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah gerakan yang terukur di akar rumput.(Avs)

0 Komentar