Nganjuk- Gemuruh mesin mobil ujian terdengar dari kejauhan, namun di ruang tunggu Satpas Polres Nganjuk, suasana justru terasa lebih santai dari biasanya. Itulah efek kehadiran Aipda Andik Sujatmiko yang pada Jumat (3/7/2026) dengan sabar mendampingi para pemohon SIM lansia, mengubah kegelisahan menjadi ketenangan melalui program Polantas Menyapa. Dengan sentuhan personal dan arahan yang mudah dicerna, ia berhasil membongkar mitos bahwa ujian praktik roda empat adalah rintangan yang terlalu berat bagi mereka yang usianya sudah tidak muda lagi.
AKBP Suria Miftah Irawan menyoroti bahwa pendekatan psikologis sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan peserta ujian, terutama bagi lansia yang cenderung memiliki kepercayaan diri rendah saat berada di belakang kemudi. Beliau menjelaskan bahwa Aipda Andik telah dilatih untuk membaca situasi dan memberikan stimulus positif yang membantu peserta mengelola stres, sehingga kemampuan teknis mereka bisa keluar secara maksimal. Kapolres Nganjuk itu juga menekankan bahwa pelayanan publik yang baik adalah yang mampu mengakomodasi keragaman kondisi psikologis masyarakat.
Di sela-sela pendampingan, Aipda Andik membagikan pengalaman mengemudi sehari-hari yang relevan dengan kehidupan para lansia, seperti teknik memarkir di pusat perbelanjaan atau cara menghadapi jalan menanjak di perumahan. AKP Afandy Dwi Takdir menambahkan bahwa pendekatan kontekstual ini terbukti efektif karena peserta tidak merasa sedang diuji, melainkan sedang belajar hal baru yang berguna bagi keseharian mereka. (Avs)
.jpeg)
0 Komentar