Wakapolri Raih Penghargaan The Visionary Leader of National Security, Akademisi Apresiasi Transformasi Polri


Jakarta- Di tengah upaya besar Polri melakukan reformasi dan transformasi kelembagaan, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menerima penghargaan bergengsi The Visionary Leader of National Security dari Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) sebagai bentuk pengakuan akademik atas kepemimpinannya yang visioner. Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Rektor Unissula, Prof. H. Gunarto, dalam audiensi di Mabes Polri ini menjadi bukti bahwa langkah-langkah strategis yang dijalankan Wakapolri di bidang pembinaan organisasi mendapat perhatian dan apresiasi dari kalangan akademisi. Reformasi pendidikan kepolisian, penguatan SDM, pengembangan scientific policing, transformasi STIK-PTIK menuju Universitas Kepolisian, hingga pembentukan Pusat Studi Kepolisian bersama 77 perguruan tinggi dinilai sebagai fondasi kuat bagi Polri yang profesional, modern, dan adaptif.


Jakarta- Rektor Unissula, Prof. H. Gunarto, menjelaskan bahwa penghargaan ini lahir dari penilaian akademik yang mendalam terhadap arah pembaruan Polri di bawah koordinasi Wakapolri, yang tidak hanya menjawab tantangan hari ini tetapi juga menyiapkan institusi menghadapi perubahan masa depan. Menurutnya, kepemimpinan visioner yang diusung Wakapolri tercermin dari berbagai agenda strategis seperti pengembangan Laboratorium Kepemimpinan Digital di Sespim Polri, pembangunan Laboratorium Sosial di Akademi Kepolisian, reformasi kurikulum pendidikan yang berorientasi HAM dan pelayanan publik, serta peningkatan kompetensi penyidik melalui sertifikasi nasional. Langkah-langkah ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa keamanan nasional harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang melibatkan kolaborasi erat antara Polri dan dunia akademik.


Jakarta- Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unissula juga mengundang Wakapolri sebagai keynote speaker pada Seminar Internasional Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang yang akan digelar pada 30 Juli 2026, dengan delegasi dari 18 negara di lima benua. Forum ini menjadi ruang strategis bagi Polri untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi internasional dalam menangani kejahatan transnasional yang semakin kompleks. Wakapolri menyambut baik undangan tersebut dan menegaskan bahwa kemitraan dengan perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, adalah bagian penting dalam memperkuat kapasitas Polri menghadapi tantangan keamanan kontemporer seperti tindak pidana siber, perlindungan perempuan dan anak, serta perdagangan orang.


Jakarta- Menerima penghargaan dengan penuh kerendahan hati, Wakapolri menyampaikan bahwa apresiasi ini bukan untuk dirinya pribadi, melainkan untuk seluruh insan Polri yang telah bekerja keras mewujudkan transformasi institusi. Ia menekankan bahwa reformasi Polri tidak mungkin dilakukan sendiri dan membutuhkan kemitraan dengan perguruan tinggi agar setiap kebijakan semakin berbasis riset dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Audiensi ini menjadi penegasan bahwa hubungan Polri dan Unissula telah berkembang menjadi kolaborasi strategis dalam pengembangan ilmu kepolisian dan penguatan kebijakan berbasis riset, mendukung Polri menuju institusi yang profesional, modern, humanis, dan presisi.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar