Nganjuk- Di tengah arus modernisasi yang mengancam eksistensi batik tradisional, Griya Batik Sri Rahayu hadir sebagai benteng yang menjaga warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang. Peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimen) Polri Dikreg ke-67 T.A. 2026 pada Kamis (13/8/2026) melakukan kunjungan ke UMKM di Dusun Bulu, Desa Putren, untuk memberikan dukungan moril sekaligus mengapresiasi upaya pelestarian batik melalui teknik inovatif eco print. Pengawas Poklat IV Brigjen Pol. Ratno Kuncoro menyatakan bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan identitas budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Rombongan yang dipimpin Brigjen Pol. Ratno Kuncoro tiba sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung terpesona oleh keindahan motif-motif alami yang dihasilkan dari teknik eco print. Para perajin dengan bangga memamerkan karya-karya mereka yang memadukan teknik batik tradisional dengan inovasi modern yang ramah lingkungan. Brigjen Pol. Ratno Kuncoro menyampaikan bahwa usaha seperti Griya Batik Sri Rahayu adalah contoh nyata bagaimana warisan budaya dapat terus hidup dan berkembang seiring dengan perubahan zaman, tanpa kehilangan esensi dan nilai-nilai luhurnya.
Para peserta didik Sespimen Polri berdialog dengan para perajin tentang tantangan yang dihadapi dalam melestarikan batik di tengah persaingan produk tekstil impor. Mereka juga berdiskusi tentang strategi untuk menarik minat generasi muda agar mau terlibat dalam industri batik, karena regenerasi perajin adalah kunci keberlanjutan warisan budaya ini. Brigjen Pol. Ratno Kuncoro mendorong para perajin untuk terus berinovasi dan memanfaatkan platform digital dalam mempromosikan batik eco print Nganjuk ke kancah yang lebih luas.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini dan berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat sinergi antara Polri dan pelaku UMKM dalam melestarikan warisan budaya bangsa. Kunjungan yang berlangsung aman dan kondusif hingga pukul 14.30 WIB ini menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mendukung pelestarian budaya yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.(Avs)

0 Komentar