Loceret-Nganjuk- Bau kandang dan debu pakan tidak membuat Aiptu Sugeng Hariadi bergeming, justru ia semakin yakin bahwa di tempat inilah ketahanan pangan nasional dipertaruhkan setiap hari. Dengan penuh kesadaran, ia melangkah masuk ke area peternakan ayam petelur di Kecamatan Loceret, membawa semangat baru setelah menerima arahan Kapolres Nganjuk tentang pentingnya pendampingan sektor pangan. Baginya, menjaga keamanan tidak cukup dengan senjata dan aparat, tetapi juga dengan memastikan bahwa perut rakyat terisi melalui usaha peternakan yang berkelanjutan.
Salah seorang peternak yang ditemuinya melontarkan curahan hati yang menusuk: ia harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pakan, tetapi harga telur yang ia jual seringkali tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Ia menggambarkan betapa setiap pagi ia bangun dengan kekhawatiran yang sama, apakah hari ini akan membawa untung atau justru kerugian yang semakin menumpuk. Aiptu Sugeng menggenggam tangan peternak itu, memberikan kata-kata penguat bahwa ia akan berupaya maksimal untuk membantu menyuarakan masalah ini kepada pihak-pihak yang dapat memberikan solusi nyata.
Yang mengesankan, Aiptu Sugeng tidak hanya berdiri sebagai pendengar pasif, tetapi juga menyatakan tekadnya untuk mempelajari secara mendalam setiap aspek budidaya ayam petelur, mulai dari pemilihan bibit, pengaturan pakan, hingga teknik panen yang efisien. Ia ingin memahami mengapa harga pakan bisa naik, bagaimana siklus pasar bekerja, dan apa yang bisa dilakukan peternak untuk mengurangi risiko kerugian. "Saya tidak mau berbicara tentang peternakan tanpa benar-benar mengerti apa yang kalian hadapi," ujarnya dengan nada tulus yang membuat peternak terharu.
Kunjungan ini menjadi penanda bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat tidak harus selalu berwujud rapat formal atau laporan tertulis, tetapi bisa dimulai dari percakapan hangat di sela-sela kandang. Aiptu Sugeng pulang dengan membawa bekal pengalaman berharga dan janji untuk terus hadir mendampingi para peternak di setiap langkah perjuangan mereka. Loceret kini bukan lagi sekadar wilayah tugas, tetapi menjadi bagian dari perjalanan hidupnya dalam mengabdi untuk kemandirian pangan bangsa. (Avs)

0 Komentar