Manggarai- Gempa bumi memang meruntuhkan bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan harapan, dan itulah filosofi yang diusung Korps Brimob Polri dalam setiap langkah kemanusiaan mereka di Nusa Tenggara Timur. Di tengah kepungan duka dan kehilangan, personel Brimob tidak hanya sibuk dengan evakuasi material, tetapi juga menghadirkan energi positif melalui trauma healing yang dirancang khusus untuk anak-anak pengungsi. Pada Minggu lalu, sebanyak sepuluh personel di bawah komando AKP Roy Ronaldo Dansu menyulap Posko Pengungsian Barangkolong menjadi arena bermain yang hangat, membuktikan bahwa pemulihan psikologis adalah fondasi yang tak kalah penting dibandingkan bantuan fisik.
Suasana ceria tercipta saat anak-anak diajak berinteraksi melalui permainan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berfungsi sebagai terapi untuk mengurangi kecemasan pascagempa. Orang tua yang menyaksikan dari kejauhan pun merasa lega, karena mereka melihat putra-putrinya kembali tersenyum dan berinteraksi secara sehat, sebuah pemandangan yang sempat menghilang sejak gempa mengguncang wilayah mereka. Di sisi lain, Tim Kesehatan Brimob yang dipimpin Iptu dr. David Yohan bergerak ke Pasar TPI di Kelurahan Mata Air untuk memberikan vitamin gratis, sebuah langkah preventif yang krusial untuk menjaga daya tahan tubuh warga di tengah kondisi pengungsian yang serba terbatas.
Pelayanan kesehatan yang bergerak cepat ini menunjukkan bahwa Brimob memahami betul bahwa ancaman penyakit sering kali mengintai pascabencana, terutama ketika akses terhadap fasilitas medis terganggu. Tidak berhenti di situ, di Kabupaten Manggarai Timur, Satgas SAR Brimob yang dipimpin Ipda Ahmad Hariri fokus pada evakuasi barang berharga milik warga di Desa Satar Padut. Mereka masuk ke Kampung Nanga Lirang untuk mengamankan dokumen penting dan benda bernilai lainnya, memberikan ketenangan pikiran bagi warga yang khawatir kehilangan harta benda selain rumah mereka.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan bentuk kehadiran negara yang menyentuh aspek emosional dan keamanan masyarakat secara menyeluruh. Dari permainan anak-anak hingga pengamanan barang berharga, Brimob merangkai benang merah bahwa pemulihan harus berjalan paralel antara jiwa, raga, dan rasa aman. Kehadiran personel di tengah warga bukan hanya untuk memberi bantuan, tetapi untuk menyampaikan pesan bahwa mereka tidak sendirian, dan bahwa semangat kebersamaan akan menjadi kekuatan terbesar untuk bangkit dari reruntuhan pascagempa.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar