Nganjuk- Kreativitas peternak lele di Desa Gondang diuji di tengah melonjaknya harga pakan pur. Bhabinkamtibmas Aiptu Rahmad Riyanto mendengar langsung perjuangan mereka saat melaksanakan sambang, Rabu (19/8/2026). Peternak mengaku sudah mencoba berbagai pakan alternatif yang lebih murah, tetapi tidak semua bisa digunakan karena berisiko mencemari air kolam dan memengaruhi kualitas ikan. Ini adalah dilema yang membuat mereka harus terus bereksperimen, mencari formula pakan yang tepat antara harga terjangkau dan keamanan lingkungan. "Kalau harga pur terus naik, kami harus mencari alternatif pakan yang lebih terjangkau, tetapi tetap aman dan tidak merusak kondisi air," ujar peternak.
Beberapa pakan alternatif yang pernah dicoba, seperti limbah pertanian atau bahan organik lainnya, ternyata membuat air kolam menjadi keruh dan kadar oksigen menurun. Peternak berharap ada pendampingan teknis dari dinas perikanan untuk menemukan solusi yang tepat, mungkin melalui pelatihan pembuatan pakan fermentasi atau penggunaan bahan lokal yang lebih ramah lingkungan. "Tidak semua pakan alternatif dapat digunakan karena beberapa jenis justru berpotensi mencemari air kolam dan memengaruhi kualitas serta kondisi lingkungan hidup ikan," jelas peternak.
Aiptu Rahmad mendengarkan dengan saksama dan berjanji akan meneruskan aspirasi ini ke dinas terkait. Ia menyadari bahwa inovasi peternak harus didukung dengan penelitian dan pendampingan agar mereka tidak bereksperimen sendiri dengan risiko kegagalan. "Kami akan menyampaikan aspirasi ini, mudah-mudahan ada solusi yang bisa membantu peternak," ujarnya.
Peternak berharap dengan adanya komunikasi ini, pemerintah dapat memberikan perhatian pada pengembangan pakan alternatif yang aman dan terjangkau. Dengan inovasi yang didukung kebijakan, budidaya lele di Gondang akan tetap berkembang dan peternak tidak perlu khawatir biaya produksi yang terus membengkak.(Avs)

0 Komentar