Surabaya- Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II, hadir secercah kepastian dan perhatian dari negara. Selasa (4/8/2026), Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., bersama Pejabat Utama Polda Jatim mendampingi Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol. (Purn.) Drs. Suntana, M.Si., dalam kunjungan kerja ke Surabaya. Rombongan tidak hanya menjenguk korban yang masih menjalani perawatan di RS PHC Pelabuhan Tanjungperak, tetapi juga menyerahkan santunan secara simbolis kepada keluarga korban meninggal dunia yang proses identifikasinya dilakukan di RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso.
Santunan berupa uang tunai sebesar Rp50 juta dari PT Jasa Raharja (Persero) dan Rp75 juta dari PT Jasaraharja Putera diberikan untuk masing-masing korban meninggal, sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran negara dalam mendukung masyarakat yang terdampak musibah. Langkah ini menjadi pengingat bahwa di balik tragedi yang memilukan, ada tangan-tangan negara yang siap membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, memberikan penghormatan terakhir bagi para korban melalui dukungan yang nyata dan bermakna.
Wakil Menteri Perhubungan menyampaikan apresiasi tinggi kepada Polda Jawa Timur atas peran aktifnya sejak proses penanganan musibah hingga pendampingan terhadap para korban. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Jawa Timur. Tanpa bantuan Polda Jatim, kami merasa seperti kaki yang pincang," ungkapnya, mengakui bahwa sinergi antarinstansi di tingkat pusat maupun daerah telah berjalan dengan sangat baik. Wujud nyata dari kolaborasi ini adalah pelayanan terbaik yang terus diberikan kepada masyarakat dalam setiap tahap penanganan.
Kapolda Jawa Timur memastikan jajaran Polda Jatim akan terus memberikan dukungan penuh dalam penanganan musibah ini, mulai dari pengamanan, proses evakuasi, koordinasi dengan instansi terkait, hingga pendampingan kepada korban dan keluarga. "Sejak insiden terjadi, Polda Jatim telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mendukung proses penanganan korban bersama Kementerian Perhubungan, Basarnas, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan," tegas Irjen Nanang. Di tengah duka, kehadiran negara melalui sinergi lintas sektor menjadi bukti bahwa setiap warga tidak pernah sendirian dalam menghadapi musibah.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar