Polda Jatim Imbau Orang Tua Awasi Anak, Jangan Sampai Ikut-ikutan Kericuhan di Jalan

Surabaya- Polda Jawa Timur mengajak para orang tua untuk meningkatkan perhatian, komunikasi, dan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya agar tidak mudah ikut-ikutan atau terprovokasi untuk berada dalam kegiatan yang berpotensi berkembang menjadi kericuhan. Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya bersama melindungi anak sekaligus memberikan edukasi agar generasi muda memahami pentingnya menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast mengatakan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai risiko berada di tengah situasi yang tidak kondusif dan berbahaya. "Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anaknya tidak ikut-ikutan berada di lokasi yang berpotensi terjadi kericuhan. Berikan pemahaman kepada mereka agar tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh ajakan yang justru dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka," ujar Kombes Pol. Abast dengan penuh kepedulian.


Menurut Kombes Pol. Abast, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang harus dihormati, namun harus dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab tanpa berubah menjadi kekerasan, perusakan, atau perbuatan melanggar hukum. "Menyampaikan pendapat tentu harus kita hormati. Tetapi jangan sampai penyampaian aspirasi kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan atau perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Terlebih bagi anak-anak dan pelajar, keselamatan dan masa depan mereka harus menjadi perhatian kita bersama," jelasnya dengan tegas.


Ia mengajak orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak, mengetahui aktivitas serta lingkungan pergaulan mereka, termasuk memperhatikan informasi maupun ajakan yang diterima anak melalui media sosial. "Anak-anak kita hidup sangat dekat dengan media sosial. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengingatkan agar mereka tidak mudah percaya, terprovokasi, atau mengikuti ajakan yang belum tentu mereka pahami tujuan maupun risikonya," tutur Kombes Pol. Abast.


Polda Jatim juga mengajak para pelajar dan generasi muda untuk lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak menjadikan keikutsertaan dalam suatu kegiatan sekadar sebagai bentuk ikut-ikutan tanpa memahami risikonya. "Kami mengajak adik-adik pelajar dan generasi muda untuk berpikir jernih dan tidak mudah terprovokasi. Jangan karena ajakan teman atau informasi di media sosial kemudian ikut dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan," kata Kombes Pol. Abast.


Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, hingga kepolisian. "Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga, kita bimbing, dan kita edukasi anak-anak kita. Jangan sampai karena ikut-ikutan atau terprovokasi, mereka justru menjadi korban ataupun terlibat dalam perbuatan yang dapat merugikan masa depan mereka," pungkas Kombes Pol. Abast dengan penuh haru. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar