Polda Jatim Lakukan Risk Assessment di Destinasi Wisata, Pastikan Liburan Aman dan Nyaman


Surabaya- Di tengah meningkatnya minat wisatawan mengunjungi berbagai destinasi unggulan di Jawa Timur, Polda Jatim melalui Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) bergerak cepat melakukan pemetaan dan penilaian risiko secara masif. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap tempat wisata yang dikunjungi publik memiliki standar keamanan, ketertiban, dan keselamatan yang memadai. Tim risk assessment yang dipimpin Kasubdit VIP Ditpamobvit Polda Jatim, AKBP Mohammad Sinwan, turun langsung ke lapangan mengidentifikasi berbagai celah keamanan yang berpotensi mengancam kenyamanan pengunjung.


Sejumlah lokasi wisata telah diaudit secara ketat, mulai dari Bee Jay Bakau Resort di Probolinggo, Pantai Utama Raya di Situbondo, hingga berbagai destinasi di Banyuwangi, Bondowoso, Magetan, dan daerah lainnya. Dari hasil pemetaan, tim menemukan beberapa titik krusial yang memerlukan perhatian serius, seperti penataan kantong parkir yang belum rapi dan berpotensi memicu kemacetan di jalur evakuasi. Selain itu, sistem pengawasan melalui kamera CCTV juga masih memiliki titik-titik buta (blind spot) yang perlu segera dioptimalkan.


AKBP Mohammad Sinwan menegaskan bahwa hasil audit ini dikemas dalam bentuk saran dan rekomendasi konkret yang disampaikan langsung kepada pihak pengelola. "Ada beberapa lokasi wisata yang perlu diperbaiki untuk keselamatan pengunjung dan sudah kami imbau kepada pihak pengelola," ujarnya saat meninjau lokasi wisata di Situbondo. Rekomendasi ini mencakup perbaikan fasilitas keselamatan fisik, manajemen tata ruang, hingga peningkatan sistem pengawasan guna mewujudkan target Sapta Pesona pariwisata yang aman dan nyaman.


Selain kerawanan infrastruktur, Polda Jatim juga telah memetakan wilayah wisata yang memiliki risiko bencana alam tinggi, seperti kawasan Gunung Semeru, Gunung Bromo, Pacet Mojokerto, dan Malang Raya. Wilayah-wilayah ini diprediksi rawan tanah longsor dan kecelakaan lalu lintas akibat jalur yang ekstrem. Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi tentang karakteristik medan tujuan, menaati rambu keselamatan, dan tidak memaksakan diri berkunjung jika cuaca buruk atau kapasitas tempat wisata telah melampaui batas maksimal.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar