Ngetos- Jika biasanya polisi sambang ke warung atau pos ronda, Aiptu Prawoko kini memilih kebun tomat sebagai tempat bersua dengan warga. Program P2B menjadi jembatan yang menghubungkan tugas kepolisian dengan kebutuhan dasar masyarakat akan pangan yang bergizi. Dengan cara ini, ia menunjukkan bahwa mengamankan wilayah tak selalu harus dengan razia, tapi juga dengan ikut menumbuhkan tanaman.
Dialog santun antara petani dan aparat berlangsung di bawah terik matahari, tanpa meja maupun kursi formal yang memisahkan mereka. Berbagai masukan tentang kendala teknis pertanian mengalir deras, dan semua diterima dengan kepala terbuka oleh Aiptu Prawoko. Ia menganggap setiap kata yang disampaikan petani adalah data berharga yang harus ditindaklanjuti demi kemajuan bersama.
Situasi kamtibmas yang kondusif ternyata bisa diciptakan melalui cara sederhana seperti ini, yaitu hadir dan terlibat dalam rutinitas warga. Warga tak lagi melihat polisi sebagai sosok yang menakutkan, melainkan mitra yang membantu mereka menghadapi masalah sehari-hari. Ketenangan di desa pun terpelihara secara alami ketika setiap pihak merasa saling memiliki dan saling menjaga.
Janji untuk menyampaikan seluruh aspirasi kepada instansi terkait menjadi penutup yang menyejukkan hati para petani. Aiptu Prawoko optimis bahwa dengan komunikasi yang terus dijaga, setiap persoalan bisa dicarikan solusi secara bersama-sama. Inilah wajah baru kepolisian yang tak hanya tegas, tetapi juga lembut dalam merawat kehidupan masyarakatnya. (Avs)
.jpeg)
0 Komentar