Duren- Angin sore membawa gemerisik daun kacang yang mulai dikumpulkan, dan di tengahnya Aipda Suratin duduk bersila menemani para petani Desa Duren menghitung hasil bumi.
Panen melimpah kali ini seperti jawaban atas doa panjang petani yang sempat cemas karena musim kemarau berkepanjangan, kini semua terbayar dengan tumpukan karung di pinggir sawah.
Alih-alih bersikap kaku, Aipda Suratin melepas sepatu dinasnya dan bertelanjang kaki masuk ke petakan sawah untuk membantu mengangkut hasil panen ke atas truk kecil.
Ia mengobrol panjang tentang pola tanam bergilir dan manfaat rotasi kacang dengan padi, sambil menggali informasi tentang konflik lahan atau sengketa air yang kerap muncul.
"Tugas saya adalah memastikan kalian bekerja tanpa rasa takut, baik dari hama maupun dari gangguan manusia," ujarnya dengan nada hangat yang membuat petani tersenyum lega.
Kelompok tani setempat mengaku lebih berani berekspansi menanam di lahan tidur karena merasa ada perlindungan nyata dari aparat yang rutin singgah ke sawah mereka.
Aipda Suratin berjanji akan mengoordinasikan dengan dinas pertanian untuk membantu distribusi pupuk bersubsidi, sehingga rantai pasok pertanian di Desa Duren semakin kuat. (Avs)
0 Komentar