Seorang polisi lalu lintas sering dibayangkan sedang mengatur kendaraan atau menilang pelanggar. Namun, Jumat (27/3/2026) di depan SPBU Mastrip, Nganjuk, Bripka Candra dari Satlantas Polres Nganjuk menunjukkan bahwa tugasnya jauh lebih luas dari itu. Ketika sebuah becak motor terperosok di bahu jalan dan dua penumpangnya terluka, ia yang kebetulan melintas langsung menghentikan kendaraannya dan berubah dari penegak aturan menjadi penolong pertama yang andal.
Tanpa ragu, Bripka Candra melakukan serangkaian tindakan yang terstruktur. Ia memeriksa kondisi korban, memberikan pertolongan awal untuk luka lecet mereka, lalu dengan cepat menghubungi tim medis dan unit laka lantas. Tindakan ini bukan sekadar spontan, tetapi menunjukkan pemahaman yang baik tentang prosedur penanganan kecelakaan. Dengan aksinya, ia berhasil mengubah situasi yang awalnya penuh kepanikan menjadi lebih terkendali.
AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menjelaskan bahwa kesigapan seperti ini adalah bagian dari pembekalan yang diterima setiap anggota. “Setiap anggota kami dibekali kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama di lapangan,” tegasnya. Pernyataan ini sekaligus menjawab pertanyaan publik tentang sejauh mana kesiapan Polri dalam menghadapi situasi darurat di jalan raya.
Insiden ini berakhir dengan penanganan medis yang tepat bagi kedua korban dan situasi lalu lintas yang tetap lancar. Namun, lebih dari itu, kejadian ini meninggalkan pesan bahwa pelayanan lalu lintas tidak hanya tentang aturan, tetapi juga tentang hadir di saat warga membutuhkan. Bripka Candra menutup aksinya dengan harapan agar masyarakat lebih berhati-hati di bahu jalan. Tapi bagi mereka yang menyaksikan, ia sudah memberikan contoh sempurna tentang apa artinya menjadi polisi yang melindungi dan melayani. (Avs)

0 Komentar