Tak ada ruang rapat mewah atau layar proyektor dalam kegiatan edukasi lalu lintas yang satu ini. Satlantas Polres Nganjuk memilih cara yang lebih sederhana namun efektif: ngopi bareng di tepi jalan. Brigpol Munir menjadi bintang dalam acara dadakan itu, duduk melingkar bersama para pengayuh becak sambil menikmati kopi hitam hangat.
Suasana santai ini dimanfaatkan untuk mencairkan suasana. Setelah kopi dituang dan tawa mulai terdengar, Brigpol Munir mulai mengarahkan diskusi pada pentingnya keselamatan berkendara. Ia memaparkan bagaimana cara sederhana seperti mengecek kondisi ban dan rem becak bisa menyelamatkan nyawa. Para pengayuh becak pun tak sungkan bertanya tentang situasi lalu lintas yang kerap mereka hadapi.
AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas, mengaku bangga dengan metode kreatif anak buahnya. Ia menilai pendekatan informal justru membuat masyarakat lebih terbuka dalam menerima informasi. Program Polantas Menyapa pun menjadi ajang silaturahmi sekaligus transfer pengetahuan tentang tertib berlalu lintas.
Setelah acara ngopi bareng usai, para pengayuh becak pamit dengan perasaan senang. Mereka tak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga merasa dihargai sebagai mitra dalam menjaga ketertiban. Sisa kopi di gelas menjadi saksi bisu bahwa kehangatan persahabatan bisa menjadi pondasi kuat bagi keselamatan bersama di jalan raya.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar