Pemandangan tak biasa terjadi di Nganjuk. Seorang polisi yang biasanya sibuk dengan laporan dan patroli, kini terlihat asyik mengaduk campuran molase ke dalam kolam terpal sambil menjelaskan manfaat probiotik kepada warga. Itulah Brigpol Agung Pamuji, Bhabinkamtibmas yang hatinya terpaut pada pemberdayaan ekonomi warga melalui budidaya ikan sistem bioflok.
Awalnya, warga skeptis. Membuat kolam ikan tanpa mengganti air berbulan-bulan terdengar seperti mimpi. Namun setelah didampingi dan melihat langsung bagaimana aerator menciptakan pusaran air yang sehat, keyakinan itu mulai tumbuh. Kini, kolam bioflok di belakang rumah mereka menjadi primadona baru, sumber protein dan pendapatan yang tak terduga.
Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menyebut inisiatif ini sebagai bagian dari konsep keamanan partisipatif. Ketika masyarakat sejahtera, maka keamanan akan tercipta dengan sendirinya. Tak heran jika ia mendorong seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif mengidentifikasi potensi unggulan di desa binaan masing-masing, tak terkecuali potensi perikanan.
Brigpol Agung kini tak hanya hafal nomor-nomor penting warga, tapi juga hafal kadar pH air yang ideal untuk pertumbuhan ikan. Pendekatan ini mengubah citra polisi dari sosok yang ditakuti menjadi sahabat yang dirindukan. Saat panen tiba, ikan nila dan lele yang diangkat dari kolam adalah simbol manisnya kolaborasi antara aparat dan rakyat. (Avs)

0 Komentar