Sambil menyambut datangnya Idul Fitri, Polda Jatim bersama Satgas Saber Pangan Pusat tak tinggal diam melakukan pengawasan harga dan pasokan pangan. Tim yang dipimpin Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho ini melakukan inspeksi mendadak ke berbagai lini, mulai dari pasar tradisional hingga peternakan ayam di wilayah Kediri. Tujuannya satu, memastikan masyarakat bisa merayakan hari kemenangan dengan tenang tanpa dibayangi lonjakan harga bahan pokok yang tak wajar.
Hasil pantauan menunjukkan bahwa secara umum, harga kebutuhan pokok di Jatim terkendali. Beras, bawang, minyak goreng, dan daging ayam masih bertengger di kisaran harga acuan. Bahkan minyak goreng Minyakita dari Bulog mulai tersedia luas di kalangan pedagang dengan harga terjangkau Rp15.700 per liter. Situasi ini tentu menjadi kabar baik, mengingat lonjakan permintaan biasanya terjadi di pekan-pekan terakhir sebelum Lebaran.
Namun, di balik kabar gembira tersebut, ada cerita berbeda dari para petani cabai rawit di Kecamatan Kepung. Mereka tengah berjuang melawan cuaca ekstrem yang menyebabkan produksi mereka merosot tajam. Hujan deras memicu serangan jamur fusarium dan lalat buah, membuat hasil panen jauh dari kata cukup. Akibatnya, harga cabai rawit di pasaran pun melambung tinggi. Satgas pun merekomendasikan solusi infrastruktur pertanian agar petani bisa menanam kapan saja, tidak tergantung musim, sehingga harga bisa lebih stabil dan menguntungkan semua pihak. (Avs)
.jpeg)
0 Komentar