1.133 Penerima Manfaat: SPPG Banyuanyar, Bukti Polres Probolinggo Serius Tekan Angka Stunting


Suasana berbeda terlihat di Kecamatan Banyuanyar pada Selasa (31/3/2026) pagi. Polres Probolinggo bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi benteng baru dalam upaya penurunan angka stunting di wilayah tersebut. Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif secara simbolis membuka layanan yang diproyeksikan akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

Dalam sambutannya, AKBP Latif menekankan bahwa SPPG Banyuanyar bukan sekadar proyek seremonial, melainkan program dengan sistem pengawasan mutu yang ketat. Ia menjelaskan bahwa setiap makanan yang disalurkan melalui fasilitas ini harus melalui serangkaian uji kelayakan, termasuk uji fisik bahan baku dan rapid test. Standar ini diterapkan untuk memastikan bahwa penerima manfaat mendapatkan asupan gizi yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.

Kehadiran SPPG ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Polres Probolinggo dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi. Dengan mengedepankan prinsip food security, fasilitas ini dirancang untuk menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. AKBP Latif mengungkapkan harapannya agar keberadaan SPPG dapat memberikan manfaat besar, khususnya bagi warga di Kecamatan Banyuanyar dan sekitarnya.

Data awal mencatat sebanyak 1.133 orang telah terdaftar sebagai penerima manfaat dari SPPG Banyuanyar. Jumlah ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan intervensi gizi di wilayah tersebut. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, Polres Probolinggo optimistis jumlah penerima manfaat akan terus bertambah seiring dengan optimalisasi program.

Peresmian SPPG ini menjadi penanda bahwa peran kepolisian telah berkembang secara signifikan. Di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan yang holistik, Polres Probolinggo menunjukkan bahwa institusi kepolisian mampu menjadi mitra strategis dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. Dengan pemenuhan gizi yang baik, diharapkan akan lahir generasi unggul yang sehat, cerdas, dan terbebas dari ancaman stunting. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar