Gelombang pendaftaran Taruna-Taruni Akademi Kepolisian tahun 2026 mencatat angka fantastis: 7.988 orang mendaftar, dengan ribuan di antaranya telah terverifikasi. Di tengah tingginya animo ini, Polri mengambil sikap tegas dengan menutup semua jalur rekrutmen kecuali reguler. Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol. Anwar di Mabes Polri, Senin (6/4), mengumumkan bahwa prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis) menjadi fondasi utama seleksi. Tidak ada istilah kuota khusus atau titipan, karena siapa pun yang memiliki nilai terbaiklah yang berhak menyandang seragam perwira.
Irjen Pol. Anwar menegaskan bahwa setiap tahapan seleksi akan berlangsung objektif, jujur, dan terbuka sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Transparansi ini menurutnya bukan sekadar formalitas, melainkan strategi untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi jalannya seleksi melalui kanal pengaduan yang telah disediakan, termasuk hotline dan QR Code yang mudah diakses.
Polri menyadari bahwa rekrutmen Akpol adalah investasi strategis untuk menyiapkan pimpinan masa depan yang adaptif dan inovatif. Dengan sistem yang bersih dan transparan, diharapkan proses seleksi berjalan lancar dan menghasilkan calon perwira terbaik. Masyarakat pun diharapkan turut menjaga agar tidak ada praktik kecurangan, karena masa depan kepolisian ada di tangan generasi yang terpilih secara adil dan humanis.(Avs)

0 Komentar