Desa Malangsari, Nganjuk, sedang mengalami tren baru: memelihara sapi di pekarangan rumah. Di satu sisi, ini kabar baik untuk ketahanan pangan dan ekonomi warga. Di sisi lain, BRIGPOL Agung Pamuji, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng, melihat ada potensi masalah jika tidak disertai dengan pengelolaan limbah yang baik. Pada Jumat, 24 April 2026, ia turun langsung ke lokasi untuk memantau sekaligus mengingatkan warga bahwa izin memelihara sapi di pekarangan harus dibayar dengan tanggung jawab mengelola kotorannya secara ramah lingkungan.
Apa yang sebenarnya dikhawatirkan oleh BRIGPOL Agung Pamuji? Ia menjelaskan kepada warga bahwa jika setiap rumah memelihara satu atau dua ekor sapi tanpa sistem pengelolaan limbah yang memadai, desa mereka bisa berubah menjadi kawasan yang tidak nyaman. Bau amoniak dari kotoran sapi yang menumpuk bisa tercium dari kejauhan. Lalat akan berkembang biak dan menjadi vektor penyakit seperti diare dan tifus. Air sumur warga juga berpotensi tercemar jika kotoran sapi dibiarkan larut bersama air hujan. Namun, ia juga meyakinkan warga bahwa semua risiko itu bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana yang tidak membutuhkan biaya besar.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyampaikan bahwa peran aktif Bhabinkamtibmas tidak hanya fokus pada ketahanan pangan, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan. Menurutnya, BRIGPOL Agung Pamuji telah melakukan tugasnya dengan sangat baik karena tidak hanya mendorong produktivitas tetapi juga memastikan keberlanjutan. "Kami tidak ingin di masa depan warga Malangsari sukses beternak sapi tetapi lingkungannya rusak. Itu bukan namanya keberhasilan," ujar Kapolres dengan tegas.
Kompol H. Ahmad Junaedi, Kapolsek Warujayeng, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong anggota untuk memberikan solusi menyeluruh kepada masyarakat. BRIGPOL Agung Pamuji telah memulai dengan hal yang baik, dan sekarang tugas warga adalah melanjutkannya. Ia berharap setiap peternak di Desa Malangsari memiliki tempat penampungan kotoran sapi yang kedap air dan tertutup, sehingga tidak mencemari lingkungan. Jika semua pihak bekerja sama, impian untuk memiliki desa yang makmur dengan peternakan sapi yang bersih dan sehat bukanlah hal yang mustahil.(Avs)

0 Komentar