Dari Grogi Jadi Pede: Kisah Pemohon SIM di Nganjuk yang Berhasil Ditaklukkan Polantas lewat e-AVIS


Sejak mendengar kabar bahwa ujian teori SIM sekarang menggunakan sistem elektronik bernama e-AVIS, rasa grogi langsung menyelimuti sebagian besar pemohon di Nganjuk. Apalagi bagi mereka yang tidak terbiasa dengan perangkat komputer atau layar sentuh. Tapi kekhawatiran itu perlahan sirna pada Senin (13/4/2026) ketika Satlantas Polres Nganjuk menggelar program "Polantas Menyapa" di Satpas SIM Polres Nganjuk. Para pemohon yang awalnya tampak cemas berubah menjadi antusias setelah mendapatkan pelatihan langsung dari Aiptu Didik. Mereka diajari mulai dari cara menekan layar dengan benar, memahami soal berbasis audio visual, hingga strategi menjawab soal tanpa panik ketika waktu hampir habis.

Sesi pelatihan berlangsung dengan pendekatan yang sabar dan penuh canda ringan, sehingga suasana tegang berubah akrab. Aiptu Didik dengan telaten mengulang penjelasan bagi yang belum paham, bahkan mempersilakan setiap peserta mencoba perangkat e-AVIS secara langsung. "Kami memberikan pendampingan agar para pemohon tidak mengalami kesulitan saat ujian teori berlangsung. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan peserta dapat lebih tenang dan percaya diri dalam menjawab soal," jelas Aiptu Didik. Salah satu peserta mengaku awalnya takut gagal karena buta teknologi, namun setelah pelatihan ia merasa jauh lebih siap. Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, menegaskan bahwa program ini adalah bentuk kepedulian aparat terhadap kebutuhan masyarakat.

Pada akhir sesi, wajah-wajah yang masuk ruangan dengan dahi berkerut kini keluar dengan senyuman lega. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu teknis, tetapi juga mental juara untuk menghadapi ujian teori e-AVIS. Satlantas Polres Nganjuk berhasil membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, sistem secanggih apa pun bisa dikuasai masyarakat. Ke depannya, program "Polantas Menyapa" akan terus digalakkan agar setiap pemohon SIM di Kabupaten Nganjuk bisa mengubah rasa grogi menjadi percaya diri, lulus ujian, dan pada akhirnya menjadi pengemudi yang tidak hanya punya SIM, tetapi juga paham betul aturan lalu lintas. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar