Warga Desa Sambirejo kini tak lagi memandang pekarangan sebagai tanah sisa, melainkan sebagai ladang cuan yang menghasilkan dua keuntungan sekaligus: menghemat belanja dapur dan memberikan tambahan pemasukan saat panen raya. BRIPTU M. N. R Bayu Segara, Bhabinkamtibmas setempat, secara rutin memantau perkembangan kebun sayur warga yang didominasi tanaman cabai, terong, dan tomat.
Keuntungan pertama dirasakan setiap hari ketika ibu rumah tangga tidak perlu keluar uang untuk membeli sayur, sementara keuntungan kedua datang saat hasil panen melimpah dan sebagian bisa dijual ke tetangga atau pasar kecil. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang didampingi Bhabinkamtibmas ini dirancang untuk menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan dari level keluarga.
BRIPTU Bayu tidak hanya memantau kondisi fisik tanaman, tetapi juga membantu warga menghitung potensi hasil panen dan kapan waktu terbaik untuk menjual kelebihan sayuran agar mendapat harga optimal. Komoditas seperti cabai dan tomat yang memiliki nilai jual tinggi menjadi pilihan utama, sementara terong berfungsi sebagai stok pangan harian yang tidak pernah putus.
Kompol H. Ahmad Junaedi menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong pendampingan semacam ini karena setiap pekarangan yang produktif adalah mesin ekonomi kecil yang mampu memperkuat ketahanan pangan dan keuangan keluarga secara bersamaan.(Avs)

0 Komentar