Aparat kepolisian di ujung timur Jawa Timur ini bergerak cepat setelah menerima puluhan laporan warga yang resah oleh aksi begal dan raibnya sepeda motor di parkiran umum. AKBP M. Wahyudin Latif memimpin langsung operasi senyap yang menyasar sejumlah titik rawan di wilayah Probolinggo. Hasilnya, tujuh orang yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan serta pencurian kendaraan bermotor akhirnya harus berhadapan dengan jeratan hukum pada Sabtu pekan lalu.
Kapolres Probolinggo mengungkapkan bahwa para pelaku ditangkap di lokasi-lokasi terpisah, bukan dalam satu operasi tunggal. Setiap penangkapan merupakan buah dari penyelidikan berlapis yang memanfaatkan informasi dari masyarakat yang selama ini enggan bicara karena takut. Dari tangan para tersangka, polisi menyita barang bukti yang mencengangkan: senjata tajam berbagai ukuran, alat pembuka kunci kontak, serta dua unit sepeda motor yang ternyata sudah berpindah tangan beberapa kali.
AKBP Latif dengan tegas menyatakan bahwa institusinya tidak akan mentolerir sekecil apapun gangguan keamanan yang meresahkan warga. Apalagi modus operandi para tersangka tergolong biadab, ada yang merampas tas dan ponsel korban di pinggir jalan, ada pula yang mencuri motor saat pemiliknya sedang berbelanja di minimarket. Satu di antara korban bahkan seorang pengemudi ojek online yang menggantungkan hidup dari motor yang raib digondol para tersangka.
Kabar baiknya, kedua unit motor tersebut berhasil dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing dalam upacara simbolik yang digelar di halaman Mapolres Probolinggo. Kapolres menyebut langkah ini sebagai bentuk keadilan restoratif di tengah proses hukum yang masih berjalan. Warga sekitar yang menyaksikan langsung pengembalian itu mengaku lega, meski mereka tetap diimbau untuk tidak lengah dan segera melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan di lingkungan masing-masing.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar